Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Golkar Tetap Usung Slogan Lama

09 September 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENUNGGU MOMEN: Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky (kanan) berbincang dengan Ketua DPC Partai Demokrat Tuban Muhammad Anwar dan Ketua DPD Partai NasDem Tuban Sumantri.

MENUNGGU MOMEN: Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky (kanan) berbincang dengan Ketua DPC Partai Demokrat Tuban Muhammad Anwar dan Ketua DPD Partai NasDem Tuban Sumantri. (ZAKKI TAMAMI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Partai Golkar Tuban terlihat santai di tengah ingar-bingar penjaringan bakal calon bupati-wabup yang diusung pada Pilkada 2020. Partai yang sepuluh tahun memimpin Tuban dengan slogan Mbangun Deso Noto Kutho ini terkesan tidak buru-buru. Entah, karena tengah menyiapkan strategi atau menunggu momen yang pas. 

Untuk menghadapi pesta demokrasi yang masih setahun, partai berlambang pohon beringin ini memiliki modal sepuluh kursi di parlemen. Yakni, 9 kursi dari partainya dan 1 kursi dari Partai Bulan Bintang. Namanya, Fraksi Partai Golkar Berbintang.

Dengan jumlah kursi tersebut, partai beringin sudah bisa mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati sendiri. ‘’Santai saja, Mas,’’ jawab Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban terkait kesiapan Pilkada 2020.

Dia mengisyaratkan partainya tetap melanjutkan slogan Mbangun Deso Noto Kutho seperti yang diusung ibunya Haeny Relawati Rini Widyastuti selama sepuluh tahun memimpin pemerintahan Bumi Wali.

Sementara itu, DPC Partai Gerindra Tuban yang memiliki lima kursi di parlemen tidak seperti partai lainnya.  Partai yang dipimpin Tri Astuti ini belum mengambil langkah strategis untuk kesiapan maju dalam pesta demokrasi tersebut. ‘’Masih menunggu petunjuk DPD,’’ kata Astuti ketika dikonfirmasi via pesan pendek belum lama ini.

Meski demikian, partainya mulai bergerak menjelang pesta demokrasi yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Salah satunya menggelar rapat rutin dan pembentukan panitia seleksi Pilkada 2020. ‘’Kalau komunikasi (dengan tokoh dan partai) sudah jalan,’’ tegas dia.

Partai lain yang belum action adalah DPC PKB Tuban. Partai pemilik kursi terbanyak di parlemen, sebanyak  16 kursi ini masih menunggu keputusan Tim Sembilan yang beranggotakan 5 orang dari unsur PKB dan 4 orang NU. Dengan 16 kursi di DPRD Tuban, PKB bisa mengusung bacabup dan bacawabup sendiri. Tanpa butuh koalisi dengan parpol lain. Begitu juga DPC Partai Demokrat Tuban. Sikap diamnya tersebut  karena masih menunggu instruksi.

Sementara itu, peminat bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang mengambil formulir di kantor DPC PDI Perjuangan Tuban cukup banyak . Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Sandy Ariyanto kepada wartawan koran ini menyampaikan, sampai kemarin sudah lima kandidat yang datang ke kantornya untuk mengambil formulir. Selebihnya mendaftar.

Mereka adalah Adi Widodo, Eko Wahyudi atau Kang Yudi, Afwan Maksum, Setiajit, dan Aang Sutan Manuhutu. Nama yang disebut terakhir sebagai bakal calon wakil bupati.

(bj/zak/ds/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia