Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Features
Para Bocah Genius Matematika (2-Habis)

Hitung-hitungan untuk Bekal Bikin Roket

08 September 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERBAKAT: Atha yang baru menjuarai kompetisi internasional matematika di Singapura.

BERBAKAT: Atha yang baru menjuarai kompetisi internasional matematika di Singapura. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

BOCAH genius matematika lainnya adalah Atha Kiandra Mundrajat, 8. Pelajar SD Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban ini meraih medali emas di ajang International Mathematics Contest (IMCS) 2 – 5 Agustus 2019 di Singapura.

Atha Kiandra Mundrajat tak pernah mengira kompetisi pertamanya langsung terjun hingga level internasional. Bocah delapan tahun yang akrab disapa Atha ini awalnya mengikuti seleksi kompetisi di lingkup sekolah. Karena dianggap mumpuni, pelajar yang tinggal di Jalan Mastrip 2 Tuban ini lantas mengikuti rangkaian kompetisi bertahap hingga ke ajang tahunanIMCS.

IMCS merupakan kompetisi matematika tahunan tingkat internasional yang digelar di Singapura untuk siswa kelas I SD hingga XII SMA. Kompetisi tahun ke-15 ini diikuti 1.214 peserta dari 16 negara. Yakni, Australia, China, Filipina, Khazakstan, Korea Selatan, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Malaysia, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.

Kompetisi tersebut tidak hanya melombakan para ahli matematika, tetapi juga sebagai ajang persahabatan, pertukaran ilmu, dan kebudayaan. Salah satu kegiatannya, setiap anak menampilkan budaya dari masing-masing negara. Serta tukar suvenir pada acara prize giving ceremony pada penutupan acara tersebut. ‘’Saya membawa batik gedog untuk pertukaran suvenir dengan teman-teman dari negara lain,’’ kenang dia.

Anak pasangan Ferryzal Okvianda - Ratna Kartini ini menjelaskan butuh proses panjang untuk bisa berkompetisi di Negeri Singa tersebut. Sebelum berangkat, Atha terlebih dahulu mengikuti  serangkaian tes. Setelah lolos seleksi, semua peserta dikarantina di Bogor selama lima hari oleh tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di bawah asuhan pelatih olimpiade matematika nasional dan internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. ‘’Senang banyak dapat teman baru,’’ kata dia.

Saat menjalani tes dan karantina, Atha masih kelas I SD atau berusia tujuh tahun. Dia mengatakan, seluruh kompetisi yang diikuti sebagai bekal mewujudkan cita-citanya menjadi insinyur atau sarjana teknik. ‘’Ingin jadi insinyur yang bisa bikin roket. Salah satunya harus pandai hitung-hitungan,’’ ungkap dia.

Sulung dari dua bersaudara ini mengatakan, dalam kompetisi tersebut, dia merupakan satu-satunya perwakilan Tuban. Dari rombongan tim Indonesia yang terdiri dari 76 orang, Atha dan dua orang temanya adalah peserta termuda. Peserta lain mayoritas kelas VI dan pelajar SMP – SMA. ‘’Selama karantina dan lomba di Singapura tidak boleh pegang handphone. Jadi tidak bisa menghubungi orang tua,’’ ungkap dia menjelaskan bagian tersulit ketika menjalani kompetisi tersebut.

Bocah berkacamata ini mengatakan, kesulitan kompetisi ini tidak hanya menyelesaikan soal matematika saja. Melainkan juga harus menyelesaikan soal dalam bahasa Inggris. Meski ada terjemahannya, Atha mengaku soal terjemahan bahasa Indonesia lebih sulit dipahami. So, dia pun lebih memilih membaca soal berbahasa Inggris untuk mengerjakan setiap tes tersebut. ‘’Jadi sebelum kompetisi harus belajar matematika sekaligus bahasa Inggris,’’ ujarnya.

Pelajar kelas II SD BAS Tuban ini mengatakan, soal-soal kompetisi internasional tersebut sangatlah sulit. Untuk ukuran kelas II SD seperti dirinya, yang disuguhkan adalah soal-soal yang umumnya baru diajarkan di kelas VI dan SMP. Karena itu, meski masih berusia sekolah dasar, Atha tak lagi belajar tambah-tambahan atau perkalian saja. Namun juga menghitung bangun ruang dan rumus yang umumnya banyak diajarkan di SMP. ‘’Harus giat belajar agar cita-cita buat roket terkabul,’’ ujarnya polos.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia