Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Sekali Kirim SS Minimal 5 Gram

07 September 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DUA BULAN TIGA KALI KIRIM SS: Ari Wibowo dikawal petugas Polres Lamongan ketika dimintai keterangan terkait pengiriman sabu – sabu yang dilakukannya.

DUA BULAN TIGA KALI KIRIM SS: Ari Wibowo dikawal petugas Polres Lamongan ketika dimintai keterangan terkait pengiriman sabu – sabu yang dilakukannya. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Peredaran narkoba jenis sabu di Lamongan kembali terungkap. Dinihari kemarin (6/9), Ari Wibowo, 34, asal Kelurahan Bungulkidul, Pasuruan, diamankan saat mengemudikan mobil N 8673 WE di Jalan Jaksa Agung Suprapto Lamongan.

Berdasarkan data pihak kepolisian, tersangka sudah tiga kali melakukan pengiriman kepada pelanggannya di Lamongan. ‘’Setiap kali melakukan pengiriman, tersangka membawa lebih dari 5 gram sabu – sabu,’’ ujar Kasatnarkoba Polres Lamongan, Iptu Khusen.

Menurut dia, tersangka sudah diintai anggotanya sejak dua minggu lalu. Sebab, polisi mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Babat.

Saat penyelidikan, didapatkan data kurirnya dari luar kota.  Pengirimannya ke Lamongan menggunakan sistem ranjau. ‘’Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat mengelak dan tak mengakui kalau membawa barang sabu – sabu itu,’’ imbuhnya.

Namun, saat diakukan penggeledahan, ditemukan satu klip sabu di saku celana tersangka. Selain itu, ada dua klip sabu di bawah jok mobil. Serta, satu pipet bekas untuk menyabu.

‘’Barang bukti yang diamankan, satu buah pipet, tiga klip sabu – sabu dengan berat 15,03 gram, dua handphone milik tersangka dan satu buah mobil,’’ kata Khusen.

Selama dua bulan, lanjut dia, tersangka tiga kali mengirimkan sabu ke wilayah Lamongan.

Ari Wibowo di hadapan petugas mengatakan, dirinya menjadi kurir untuk tambahan gaji sebagai sopir. Sekali pengiriman, dia diberi upah Rp 500 ribu. ‘’Pengiriman pertama dan kedua diberikan upah sebanyak Rp 500 ribu. Namun ini dijanjikan Rp 800 ribu nantinya kalau sudah diterima,’’ kata sopir pengiriman mebel tersebut.

Selain mendapatkan upah, dia juga mengambil sebagian sabu untuk digunakan sendiri. Tersangka mengaku sejak sekitar setahun lalu menjadi pemakai sabu.

‘’Di waktu tak punya uang, diberi tawaran menjadi kurir. Berpikiran bisa memakai dengan gratis,’’ kata bapak dua anak ini.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia