alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Features
icon featured
Features
Desa Mungli Berpredikat Desaku Pintar

Wastafel di Depan Setiap Rumah Warga, Dipicu Perangkat Desa Muda

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

26 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

INOVASI DESA: Masyarakat dan aparat desa Mungli mencoba wastafel yang baru dibangun di depan rumah seorang warga.

INOVASI DESA: Masyarakat dan aparat desa Mungli mencoba wastafel yang baru dibangun di depan rumah seorang warga. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

BERBAGAI inovasi menghantarkan Desa Mungli Kecamatan Kalitengah dinobatkan sebagai Desaku Pintas di Lamongan. Salah satu inovasinya, di depan setiap rumah warga terdapat wastafel untuk membiasakan warga melakukan cuci tangan.

Memasuki Desa Mungli, muncul kesan tidak seperti kondisi desa-desa pada umumnya. Lingkungannya lebih mirip di perkotaan. Asri dengan tanaman penghijauan dan bunga di kanan-kiri jalan yang mulus. Lebih menonjol lagi, di depan rumah setiap warga terdapat wastafel.

‘’Satu rumah satu wastafel merupakan program unggulan di desa kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,’’ kata pelaksana tugas (plt) Kepala Desa Mungli, M. Nasir.

Menurut dia, inspirasi dicanangkannya program itu karena selama ini kesadaran masyarakat melakukan cuci tangan masih sangat rendah. Padahal lewat tangan salah satu penyebaran penyakit paling mudah terjadi. ‘’Dengan adanya wastafel di depan rumahnya, diharapkan kesadaran masyarakat melakukan cuci tangan semakin tinggi,’’ terangnya.

Program itu juga bagian dari pemanfaatan dana desa. Karena pembuatannya dari anggaran dana desa. Jumlahnya saat ini mencapai 260 unit. Yakni untuk 250 rumah warga yang ada di desa itu dan selebihnya dipasang untuk fasilitas umum. ‘’Saat ini belum terpasang semua,’’ kata Nasir.

Dia melanjutkan, program itu terus ditingkatkan dengan bantuan bimbingan dari dinas kesehatan, lewat puskesmas. Program itu dipadukan dengan program-program kesehatan lainnya yang sudah berjalan, Seperti posyandu balita maupu lansia.

Ketika ditanya, apakah wastafel itu nantinya tetap bisa dimanfaatkan, tidak hanya sebagai pajangan saja? Menurut Nasir, program itu sebagai upaya untuk mendorong kesadaran masyarakat. Sehingga kuncinya tetap kepada warga untuk selalu menjaga dan meningkatkan kesadarannya untuk memanfaatkan fasilitas itu. ‘’Insya Allah akan dirasakan manfaatnya, sehingga akan terus berfungsi ke depannya,’’ terang dia.

Terobosan lain yang membuat desa itu meraih predikat Desaku Pintar, yakni memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk pelayanan warga. Misalnya, pengurusan KTP cukup melalui handphone, tak perlu datang ke kantor desa. ‘’Meski sudah berjalan, program ini terus diperbaiki. Termasuk diupayakan bisa langsung akses ke dinas terkait di kabupaten,’’ terang Nasir.

Ketika ditanya terkait kunci membuat inovasi-inovasi tersebut, menurut Nasir, salah satu kuncinya ada pada perangkat desa yang didominasi kalangan muda. Anak-anak muda yang menjadi perangkat desa tersebut banyak memiliki pemikiran-pemikiran inovasi yang kemudian diserap menjadi program desa. ‘’Perangkat desa yang muda-muda itu cukup kreatif membuat perencanaan inovatif. Selanjutnya diadopsi desa,’’ ungkapnya. 

Seorang warga Mungli, Sumiarsih mengaku cukup senang melihat berbagai terobosan pembangunan di desanya. Selain desanya semakin baik, juga semakin terkenal karena sering mendapat juara lomba pembangunan. Termasuk terbaru, pembuatan wastafel di depan rumahnya. ‘’Jelas bermanfaat mas. Insya Allah akan saya manfaatkan dan saya rawat jangan sampai rusak,’’ tukasnya.

(bj/mal/feb/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia