Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Temukan Fosil Tulang Paus Purba

24 Agustus 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBERSIHKAN: Fosil yang diduga tulang paus purba ditemukan di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, ditempatkan di Rumah Artefak Blora untuk dibersihkan dan diteliti.

DIBERSIHKAN: Fosil yang diduga tulang paus purba ditemukan di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, ditempatkan di Rumah Artefak Blora untuk dibersihkan dan diteliti. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

Share this      

BLORA, Radar Bojonegoro - Fosil binatang purba kembali ditemukan di Blora. Kali ini penemuan di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu. Fosil purba ini diduga tulang hewan mamalia paus (Cetacea) berusia ratusan tahun.

’’Setelah kami lakukan ekskavasi, dari lokasi, ditemukan fosil selama dua hari dan kami bersihkan. Identifikasi awal kami, fosil tersebut merupakan sejenis hewan mamalia paus,’’ ujar Staf Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Albertus Niko kemarin (23/8).

Menurut dia, identifikasi awal itu didasarkan ciri-ciri tulang ekor yang usai dibersihkan di Rumah Artefak Blora. Untuk memastikan hal itu, dia bersama timnya akan mengadakan penelitian lebih lanjut. Jika memang tulang tersebut adalah tulang paus, ini merupakan temuan besar. ’’Karena kami melakukan sendiri ekskavasi, tidak seperti di Bojonegoro yang sudah diangkat oleh warga,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, fosil yang ditemukan di Blora ini  menjadi temuan pertama di Jawa Tengah. ’’Fosilnya sendiri diperkirakan umurnya kurang lebih 700 tahun,’’ ujarnya memperkirakan.

Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala Eka Wahyu Hidayat merasa senang atas penemuan fosil ini. ’’Seperti yang dikatakan tim observasi dari Sangiran, ini merupakan temuan yang spektakuler. Hampir tidak percaya di Blora ada mamalia paus,’’ ungkapnya.

Eka menceritakan, awal mula temuan itu, yakni mendapat laporan adanya fosil dari warga Desa Kapuan, yang sedang membuat sapiteng. Setelah kedalaman kurang lebih 150 sentimeter (cm) warga menghentikan pekerjaannya karena menjumpai semacam tulang. ’’Dan melaporkan kepada kami,’’ ujarnya.

Kemudian pihaknya melaporkan temuan tersebut kepada badan observasi purbakala Sangiran untuk melakukan ekskavasi. 

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia