Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Unisla Fokus Peningkatan Mutu

Hari Ini Mewisuda1.056 Mahasiswa

24 Agustus 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ir. H. Wardoyo, Ketua YPPTI Sunan Giri Lamongan, H. Bambang Eko Muljono SH, M. Hum, MMA, Rektor, Dr. Madekhan Ali, Msi, Ketua Senat Akademik UNISLA

Ir. H. Wardoyo, Ketua YPPTI Sunan Giri Lamongan, H. Bambang Eko Muljono SH, M. Hum, MMA, Rektor, Dr. Madekhan Ali, Msi, Ketua Senat Akademik UNISLA (Istimewa)

Share this      

LAMONGAN – Universitas Islam Lamongan (Unisla) hari ini (24/8) bakal mewisuda mahasiswanya tahun akademik 2018-2019. Ritual rutin tahunan itu digelar di halaman belakang kompleks kampus berwarna hijau tersebut. Sebanyak 1.056 mahasiswa dari berbagai program studi (prodi) akan mengikuti gelaran wisuda tersebut.

Dalam wisuda ini juga disertai orasi ilmiah dari DR. H. Ahmad Hanif Saha Ghafur, Kabid Pendidikan PBNU. ‘’Insya Allah 1.056 mahasiswa yang diwisuda besok (hari ini, Red),’’ kata Ketua Senat Akademik Unisla Lamongan, DR H Madhekan Ali, S.Pd, MPd. 

Pada wisuda kali ini, Madhekan mengaku bersyukur karena Unisla sudah mampu memadukan 4 pilar kekuatan pembelajaran kontemporer. Yakni, pendidikan berbasis kesadaran, literasi industri 4.0, riset, dan kewirausahaan.  

Dr. Zulkifli Lubis, ST, MT, Wakil Rektor I, Dr. Abdul Ghofur, SE., M.Si, Wakil Rektor II, Ir. Hj Nuril Badriyah, MM, Wakil Rektor III

Dr. Zulkifli Lubis, ST, MT, Wakil Rektor I, Dr. Abdul Ghofur, SE., M.Si, Wakil Rektor II, Ir. Hj Nuril Badriyah, MM, Wakil Rektor III (Istimewa)

Pendidikan berbasis kesadaran dilakukan penguatan religiusitas Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah Annadhiyah, terutama aktivitas proses perkuliahan dan pondok pesantren (ponpes) mahasiswa. 

Pembiasaan literasi industri digital, lanjut Madhekan, akan terus dilaksanakan dengan mendorong proses tutorial akademik dengan memanfaatkan sarana prasarana teknologi informasi digital. Setidaknya, dengan menggunakan SISFO, ujian berbasis komputer, dan e-library di setiap prodi. ‘’Itu di antara yang menjadi fokus Unisla,’’ kata Madhekan.

Sedangkan pembelajaran berbasis riset, sangat nampak ketika setiap dosen menugaskan mahasiswa menyusun paper hasil penelitian kasus maupun studi pustaka, sebagai syarat mengikuti ujian akhir semester. Sementara keterampilan kewirausahaan diperoleh mahasiswa melalui pelatihan, workshop, seminar, dan keikutsertaan mahasiswa Unisla dalam berbagai kompetisi PKM  yang langsung dibimbing dosen Unisla maupun melibatkan profesional yang linier dengan prodi yang ditempuh mahasiswa.

Sedangkan Rektor Unisla Lamongan, H Eko Bambang Muljono, SH, M.Hum, MMA menyatakan bahwa Unisla akan fokus pada peningkatan mutu. Tak hanya pada sarana dan prasarana kampus. Juga pada stakeholder yang ada di Unisla, termasuk sumberdaya manusia (SDM).

‘’Tangan dan tuntutan zaman yang semakin kompleks, Unisla akan terus mawas diri dan memperbaiki mutu, sehingga siap bersaing dengan universitas lain. Dan itu fokus kami,’’ kata Bambang. 

Guna memenuhi tantangan zaman tersebut, lanjut dia, pada wisuda kali kali ini Unisla membekali para alumninya dengan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). SKPI tersebut sebagai pelengkap administrasi bagi mahasiswa yang sudah merampungkan studinya untuk memasuki dunia kerja. Mestinya, SKPI itu akan diberlakukan pada 2020. Namun, Unisla sudah memulainya di tahun ini. ‘’Jadi, mahasiswa yang diwisuda tersebut, selain mendapat ijazah dan transkrip, juga mendapat SKPI,’’ kata Bambang. 

Unisla juga meresmikan Kampus II di Paciran, peresmian Lembaga Penyelenggaraan Diklat Kepala Sekolah (LPDKS) serta pembukaan program Magister Manajemen (MM). Rencananya, peresmian kampus II dilakukan Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA dari Kemenristek dan Dikti. ‘’Insya Allah Unisla ke depan menjadi kampus dengan mutu yang baik dan tepercaya,’’ kata Bambang.

Sementara itu, Ketua YPPTI Sunan Giri Lamongan, Ir H Wardoyo, MM mengatakan, seluruh stakeholder siap menjadikan kampus Unisla menjadi kampus yang unggul. Setidaknya, itu sudah dibuktikan capaian-capaian yang direngkuh Unisla dalam berbagai bidang. Di antaranya, jumlah kuantitas dan kualitas mahasiswa, prestasi mahasiswa dan dosen, banyaknya dosen yang sudah doktor, perbaikan layanan dan administrasi keuangan, dan sebagainya.

Doktor baru dosen Unisla tersebut, DR Sugeng Dwi Hartantyo, ST, MT; DR. Kemal Faruk Mauladi, S.Kom, M.Kom; DR. Dona Wahyuning Layli S, si, Msi; dan DR. Ifti, S.Ag, M.Ag.  ‘’Dan, semua itu bisa diakses secara terbuka,’’ kata pria yang pernah menjadi dekan selama tiga periode ini.

(bj/*/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia