Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Fraksi Gabungan Masih Alot

24 Agustus 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Partai politik (parpol) yang tak bisa membentuk fraksi sendiri masih lobi-lobi. Sebab, peta koalisi fraksi belum terbentuk. Terutama seperti PKS, PKPI, PAN, dan Hanura. Ada opsi empat parpol itu bergabung. Namun, hingga kemarin belum ada kepastian.

’’Kami akan gabung dengan PAN, Hanura, dan PKPI. Tapi kepastiannya masih menunggu rapat,’’ kata Ketua DPD PKS Bojonegoro Tri Wibowo.

Ketua DPC PKPI Bojonegoro Syamsul Huda belum bisa memastikan langkah partainya. Alasannya, belum rapat resmi membahas khusus tentang fraksi gabungan. Namun, dia memastikan akan bergabung dengan partai lain yang tidak bisa membentuk fraksi sendiri.

’’Masih komunikasi dengan beberapa ketua partai,’’ ujar mantan anggota DPRD itu.

Sebelumnya, PKPI akan bergabung dengan PKS untuk membentuk fraksi sendiri. Ternyata ada perubahan. Sehingga, jika PKPI dan PKS bergabung dengan PAN dan Hanura, jumlah fraksi DPRD 2019-2024 akan berkurang dari periode 2014-2019.

Jika sebelumnya sembilan fraksi, akan lebih ringkas menjadi delapan fraksi. Padahal, dibanding periode sebelumnya parpol peraih kursi di DPRD 2019 lebih banyak dibanding 2014. Pada 2014 hanya 11 parpol, dan tahun ini totalnya 13 parpol.

Ketua DPC Nasdem Bojonegoro Alham Ubey memastikan sudah bergabung dengan Perindo dan Garuda. Dan untuk ketua fraksinya dari Nasdem. Sebab perolehan suaranya terbanyak dibanding partai lainnya. ’’Ya harus dari Nasdem,’’ tegasnya. (msu/rij)

 

(bj/msu/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia