Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Proyek JTB Hanya Serap 6.000 Pekerja

24 Agustus 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (M. ARIF YANTO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Proses pembangunan fasilitas proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) sudah berlangsung 16 bulan. Hingga kini baru mencapai 10 persen dari target penyelesaian.

‘’Hingga saat ini baru 10 persen. Insya Allah selesai tepat waktu,’’ ungkap Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind) Zaenal Arifin kemarin (23/8).

Zaenal melanjutkan, proyek pembangunan fasilitas itu akan berlangsung selama 36 bulan. Sehingga, masih sisa 20 bulan atau kurang dari 2 tahun. Sehingga, 2021 mendatang proyek itu harus tuntas. Setelah itu ada masa satu tahun masa garansi fasilitas.

Menurut dia, jumlah tenaga kerja dibutuhkan dalam proyek JTB mencapai 6.000-an pekerja. Jumlah itu dinilai tidak cukup untuk menampung jumlah pencari kerja di Bojonegoro yang mencapai 29 ribu orang. ‘’Itu data disnaker yang kami terima bulan ini,’’ ucap pria asli Tuban itu.

Hingga kini, jumlah tenaga kerja (naker) yang bekerja di proyek itu mencapai 1.634 orang. Jumlah itu terdiri dari 689 tenaga skill atau dengan keterampilan khusus. Dan 393 tenaga semiskill dan 552 tenaga unskill atau tenaga kerja kasar.

Dari jumlah 1.634 tenaga kerja itu, menurut Zaenal, tidak semuanya warga Bojonegoro. Sebanyak 451 orang tenaga kerja dari luar daerah. Mulai Blora, Tuban, Gresik, hingga dari Jakarta. Mereka rerata tenaga kerja keahlian khusus.

Sedangkan 1.183 orang adalah tenaga kerja lokal. Mereka tidak semuanya pekerja unskill. Banyak juga yang memiliki skill. ‘’Perekrutmen tenaga kerja itu sesuai kebutuhan,’’ jelasnya.

Zaenal menjelaskan, rekrutmen naker paling banyak tetap dari areal terdampak atau biasa disebut ring satu. Yakni, wilayah Kecamatan Gayam, Kecamatan Ngasem, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Tambakrejo, dan Kecamatan Kalitidu. ‘’Wilayah-wilayah kecamatan lain juga ada yang diterima bekerja di proyek ini,’’ jelasnya.

Rekrutmen dilakukan satu pintu. Untuk naker dengan keahlihan khusus atau skill, dilakukan melaui dinas perindustrian dan tenaga kerja (dinperinaker). Sedangkan  pekerja unskill dilakukan melalui kepala desa (kades) wilayah area terdampak.

Proyek JTB adalah milik PT Pertamina EP Cepu . Proyek itu dibangun dengan APBN senilai sekitar Rp 21 triliun.

Anggota DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan mengatakan, proyek JTB diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Yakni, bisa memberikan lapangan pekerjaan pada warga lokal. Sehingga, perekonomian masyarakat Bojonegoro bisa terdongkrak.

‘’Ini adalah proyek yang strategis. Kami harap bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat,’’ ujar politikus Partai Demokrat itu.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia