Kamis, 20 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sebanyak 74 Desa Krisis Air

23 Agustus 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KERING: Sejak seminggu lalu, air habis memicu ratusan ikan mati. Insert, ikan mengering di dasar waduk.

KERING: Sejak seminggu lalu, air habis memicu ratusan ikan mati. Insert, ikan mengering di dasar waduk. (Istimewa)

Share this      

SEMENTARA itu, berdasarkan desa yang terdampak kekeringan juga bertambah. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, musim kemarau tahun ini sekitar 74 desa dari 19 kecamatan berpotensi terdampak krisis air bersih. 

Tiap harinya, petugas BPBD menjadwalkan dropping air bersih. Juga, dibantu lintas institusi, organisasi, maupun komunitas. “Rata-rata tiga sampai empat kali dropping air bersih sudah kami lakukan di desa yang terdampak,” kata Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro Yudi Hendro.

Mengacu data kekeringan tahun lalu, sebanyak 121 dusun dari 75 desa yang tersebar di 20 kecamatan yang terdampak. Diprediksi desa terdampak kekeringan akan bertambah. Sebab, berdasar prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini cukup panjang. Musim hujan diprediksi awal Oktober.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia