Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Bayi Butuh Perhatian

23 Agustus 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ninik Nur’aini 

Ninik Nur’aini  (YUDHA SATRIA ADITAMA/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

Tiga tahun menjadi perawat di ruang bayi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban, Ninik Nur’aini, 28, paham betul tingkah para balita. Menurut Ninik, sapaan akrabnya, bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian ekstra. Sebab, satu-satunya cara mereka berkomunikasi adalah dengan menangis. ‘’Jika bayi menangis, pasti ada penyebabnya. Tidak mungkin tiba-tiba,’’ ujar dia.

Wanita yang tinggal di Desa Senori, Kecamatan Merakurak ini tak menampik masih banyak mitos menyesatkan yang beredar di masyarakat. Seperti mitos tangisan bayi yang disebabkan karena gangguan makhluk halus. Sebelum menyimpulkan terlalu jauh, Ninik menyarankan untuk terlebih dahulu memahami penyebab bayi menangis lebih detail. ‘’Lebih baik percaya ilmu medis, daripada mitos yang tidak jelas sumbernya,’’ ujar dia. 

Jebolan S1 perawat Stikes Bahrul Ulum Jombang ini mengatakan, untuk bayi yang baru lahir, menangis sangat diperlukan untuk memperkuat kerja jantung. 

Sementara untuk bayi di atas satu bulan, biasanya menangis karena beberapa pemicu. Antara lain kedinginan, kepanasan, popok yang terlalu basah, haus, atau lapar. ‘’Orang tua harus lebih peka dengan kondisi dan perasaan bayi,’’ ujar dia.

Ketika bayi menangis, ibu satu anak ini mengimbau untuk segera mengecek temperatur tubuh bayi. Juga memenuhi kebutuhan konsumsi pada tubuh sang anak. ‘’Menangis untuk bayi itu bagus selama masih dalam tahap wajar,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia