Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Awalnya Mengira Selingkuhan Istri

22 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasdan, 50, tidak mengira bahwa pria yang mengendap-endap menghampiri istrinya yang sedang tidur adalah maling. Pedagang buah di Pasar Agrobis Babat ini didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shanty Elda Mayasari untuk menjadi saksi atas perkara pencurian yang dilakukan terdakwa Hamam Solikhin, 45.

Menurut Kasdan, saat terdakwa masuk ke kiosnya pada pukul 02.30, dia tahu dan sengaja pura-pura tidur. ‘’Saya tidur di depan kios. Kaki saya sempat dijejak sama terdakwa dan saya masih pura-pura tidur. Saya mikir, orang ini selingkuhan istri saya atau maling? Ternyata istri saya malah teriak-teriak maling,’’ kata Kasdan di hadapan majelis hakim, kemarin (21/8).

Hamam berhasil mengambil tas berisi uang Rp 40 juta dan perhiasan emas 20 gram. Tas tersebut dijadikan istrinya, Napsiyah, bantal. Mendengar istrinya berteriak, Kasdan bangun dan menghadang terdakwa. Namun, terdakwa kabur dan membuang tas ke kamar mandi.

Para pedagang di pasar itu berhasil menangkap pria asal Desa/Kecamatan Pucuk tersebut saat bersembunyi di lorong pasar.

Selain Kasdan, jaksa juga menghadirkan saksi korban lainnya, Wakiran, 49. Tas berisi uang Rp 26 juta, satu unit HP, STNK, dokumen identitas, dan buku rekening milik pedagang bawang merah itu diambil terdakwa saat dia tertidur di kios pasar.

‘’Saya tidur, tasnya ditaruh di atas perut. Langsung saya lapor ke satpam tapi hanya bisa lihat pelaku dari CCTV. Di Pasar Agrobis Babat sering terjadi pencurian dan jarang bisa ditangkap. Satu bulan kemudian saya dikabari polisi kalau malingnya sudah tertangkap,’’ katanya.

‘’Saat sudah ditangkap, apakah isi di dalam tasnya masih utuh?,’’ tanya hakim.

‘’Cuma ada HP, STNK, KTP, SIM, sama buku rekening. Uangnya gak ada. Saya langsung nangis, soalnya Rp 26 juta itu buat kulakan bawang merah lagi,’’ jawab Wakiran.

Para saksi yang berasal dari Kabupaten Tuban ini meminta tas beserta isinya yang menjadi barang bukti (BB) dikembalikan. Namun, BB baru bisa diambil setelah terbit putusan dari majelis hakim.

Majelis hakim yang terdiri atas M Aunur Rofiq, Ery Acoka Bharata, dan Agusty Hadi Widarto memutuskan menunda sidang minggu depan. Agendanya, pemeriksaan terdakwa.

(bj/din/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia