Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Air Bengawan Solo Dicek

21 Agustus 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MEMASTIKAN: DLH provinsi saat mengambil sampel air Bengawan solo yang diduga tercemar limbah tekstil.

MEMASTIKAN: DLH provinsi saat mengambil sampel air Bengawan solo yang diduga tercemar limbah tekstil. (M. Mahfudz Muntaha / Radar Blora)

Share this      

CEPU, Radar Bojonegoro – Air Bengawan Solo selama ini disinyalir mengandung limbah tekstil berbahaya. Kemarin (20/8) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Mereka mengambil sampel dari tiga lokasi bengawan untuk diuji laboratorium.

Kasi Penegakan Hukum DLH Provinsi Jawa Tengah Aris Warsito mengatakan, kepekatan air Bengawan Solo sering dikeluhkan PDAM dan DLH Blora. Jika keruh, PDAM harus mematikan aliran air. Sehingga pihaknya ingin memastikan kandungan dalam air di Bengawan Solo. ’’Hari ini (kemarin, Red) kami datang untuk mengambil sampelnya,’’ ujar dia.

Bersama dengan bagian laboraturium DLH provinsi, pihaknya mengambil contoh air Bengawan Solo untuk diuji. 

Air bengawan yang diambil dari tiga titik lokasi berbeda dan berjauhan. Satu di Intake PDAM Blora cabang Cepu, Desa Ngloram, dan bawah Jembatan Bengawan Solo.

Hasilnya belum bisa dipastikan. Sebab butuh waktu satu minggu untuk melakukan pengecekan laboratorium.

Sehingga pihaknya belum berani menduga ada tidaknya pencemaran limbah. ’’Juni lalu, kami mengambil sampel air bengawan di Cepu. Kondisinya bagus,’’ ujarnya. 

Dia hanya menyatakan, secara kasat mata airnya tidak bau juga tidak licin. 

Kepala PDAM Blora Cabang Cepu Muhammad Ali mengungkapkan, selama tiga hari terakhir ini PDAM tidak beroperasi melayani pelanggan. Karena kondisi air bengawan yang menghitam. Pihaknya tidak tega jika harus mengalirkan ke pelanggannya. ’’Kasihan kondisi air seperti ini. Tapi kalau tidak dialirkan masyarakat juga butuh air,’’ jelasnya. 

Penghentian itu, ujar dia, bertujuan agar air keruh yang diduga dari limbah batik itu agar mengalir dulu ke laut.

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia