Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Target Pengadaan Lahan Kilang Selesai Oktober

21 Agustus 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TERUS DIKEBUT: Pembangunan kilang GRR Tuban di Desa Wadung, Kecamatan Jenu yang memasuki tahap pengadaan lahan oleh tim BPN Tuban.

TERUS DIKEBUT: Pembangunan kilang GRR Tuban di Desa Wadung, Kecamatan Jenu yang memasuki tahap pengadaan lahan oleh tim BPN Tuban. (Yudha Satria Aditama / Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Tim pengadaan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban mempunyai deadline tersendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Tim yang beranggotakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pertamina tersebut menargetkan proses pengadaan lahan di Desa Sumurgeneng dan Wadung, keduanya di Kecamatan Jenu selesai Oktober. Setelah itu, tim appraisal diharapkan sudah bisa ke Tuban sebelum akhir tahun.

Ketua tim pengadaan lahan kilang GRR Ganang Anindito mengatakan, saat ini proses pengadaan lahan baru memasuki tahap pemasangan patok di Desa Wadung. Pekan depan, dilanjutkan pemasangan patok di Desa Sumurgeneng. Proses selanjutnya pengukuran ulang seluruh bidang. ‘’Yang paling lama proses pemasangan patok, karena satu pemilik lahan dengan pemilik lainnya harus sepakat dan tanpa sengketa,’’ ujar dia. 

Pria yang juga kepala BPN Tuban ini mengatakan, tahap pemasangan patok adalah mengganti seluruh patok lama dengan yang baru. Patok baru berbahan plastik berisi beton tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa pemilik lahan sudah bersedia mengikuti prosedur pengadaan lahan. Untuk pemilik lahan yang masih keberatan dengan pengadaan lahan, sementara ditinggal. ‘’Pengadaan lahan diprioritaskan untuk yang berkenan terlebih dahulu,’’ tambah dia.

Pejabat kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini mengatakan, pemasangan patok dilakukan oleh pemilik lahan dan didampingi tim BPN serta Pertamina. Jika pemasangan patok lancar tanpa masalah, kata Ganang, September dimulai pengukuran ulang. Dia mengklaim proses pengukuran ulang tak membutuhkan waktu lama. ‘’Kalau semua lancar dan tidak ada masalah berarti, kami menargetkan seluruh proses pengadaan lahan selesai Oktober,’’ tegas dia.

Jika pengadaan lahan selesai sesuai target, berarti tim appraisal memiliki waktu lima bulan sebelum deadline pendirian kilang pada Maret 2019. Selama lima bulan, tim harus menyelesaikan penilaian untuk penetapan harga hingga pengumuman dan pengajuan gugatan warga yang keberatan. 

Terkait deadline yang sangat mepet tersebut, Ganang optimistis bisa menjalankan tepat waktu. ‘’Semoga semua lancar, jadi bisa tepat waktu,’’ ujar dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia