Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Polisi Rentan Jadi Sasaran

20 Agustus 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TINGKATKAN PENGAMANAN: Petugas berjaga di depan Mapolres Lamongan. Setelah kejadian penyerangan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Polres Lamongan mendapatkan instruksi dari Polda Jatim untuk meningkatkan keamanan.

TINGKATKAN PENGAMANAN: Petugas berjaga di depan Mapolres Lamongan. Setelah kejadian penyerangan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Polres Lamongan mendapatkan instruksi dari Polda Jatim untuk meningkatkan keamanan. (ANJAR D. PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

LAMONGAN  - Mantan kombatan yang kini menjadi Ketua Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi, meminta aparatur kepolisian dan TNI meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan terorisme. Menurut dia, serangan teroris dilakukan secara silent dan tak dapat diprediksi waktunya. 

‘’Tentu ini harus menjadi perhatian aparat menghadapi kelompok-kelompok ekstrimis di Jawa Timur. Mereka mengambil timing yang pas,’’ katanya setelah menganalisa serangan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya.

Menurut dia, serangan itu aksi terorisme ISIS. Hal tersebut berdasarkan pengamatannya terhadap serangkaian aksi terorisme yang pernah terjadi sebelumnya. ‘’Saya bisa mengatakan ini ISIS. Secara operandinya sama dengan target-target sebelumnya itu, polisi dan TNI,’’ ujarnya. 

Dia mengamati, selama ini serangan teroris dilakukan sebelum Agustus. Namun, hal itu tidak bisa menjadi patokan. Teroris bisa saja menggunakan waktu yang tak biasa saat melancarkan aksi teror. ‘’Tidak ada juga yang menjamin September, Oktober, November, dan Desember tidak akan ada aksi lagi. Terutama pihak kepolisian yang rentan menjadi sasaran kelompok-kelompok ini,’’ jelasnya. 

Menurut dia, ada pergeseran target yang dilakukan teroris. Ali Fauzi menuturkan, teroris membidik target musuh di tempat yang jauh dulu pada 2000 – 2010. Misalnya simbol-simbol barat, hotel, konsulat jendral, dan orang asing. 

‘’Belakangan berubah dari far enemy ke near enemy. Simbol-simbol negara yang disasar,’’ katanya.

Sementara itu, Polres Lamongan mendapatkan instruksi dari Polda Jatim untuk meningkatkan pengamanan paska adanya penyerangan di Mapolsek Wonokoromo, Sabtu (17/8). 

 ‘’Kita melakukan peningkatan pengamanan kepada masyarakat baik yang melintas maupun yang memasuki mapolres,’’ tutur Imara kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (19/8). 

 ‘’Namun semuanya tetap mengutamakan pelayanan sesuai SOP dan sesuai UU publik,’’ imbuhnya. 

Seperti diberitakan Jawa Pos, petugas Polsek Wonokromo, Aiptu Agus Sumarsono, diserang pria berinisial IM. Akibat penyerangan itu, Agus mengalami luka terkena sabetan senjata tajam. 

(bj/jar/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia