Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Bukan Bendera HTI, tapi Bendera Tauhid

20 Agustus 2019, 11: 40: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KLARIFIKASI: Pemuda Muhammadiyah dan Kokam menunjukkan foto perbedaan bendera tauhid dan HTI untuk meluruskan maksud bendera yang mereka bentangkan pada 17 Agustus lalu usai upacara bendera.

KLARIFIKASI: Pemuda Muhammadiyah dan Kokam menunjukkan foto perbedaan bendera tauhid dan HTI untuk meluruskan maksud bendera yang mereka bentangkan pada 17 Agustus lalu usai upacara bendera. (M. Mahfudz Muntaha / Radar Blora)

Share this      

BLORA, Radar Bojonegoro – Posting-an Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Blora di media sosial (medsos) sempat menarik perhatian. Karena membentangkan bendera hitam dan putih bertuliskan tauhid yang diduga bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terkait itu, Pemuda Muhammadiyah Blora melakukan klarifikasi resmi di kantor PD Muhamadiyah setempat kemarin (19/8).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Blora M. Syaifudin mengatakan, pembentangan bendera tauhid itu bukan pada rangkaian upacara bendera. Namun usai penampilan seni tari pelajar Blora pada Sabtu (17/8). ’’Kokam yang selesai mengikuti upacara berkumpul di dekat pohon beringin bagian barat dan sambil istirahat membentangkan bendera tauhid itu,’’ ujarnya kemarin (19/8). 

Namun, dia menyatakan, Kokam mengartikan bendera itu bukan bendera HTI. Tapi bendera tauhid yang diagungkan umat Islam dunia. ’’Dan taman-taman (Kokam) tidak ada hubungannya dengan HTI, tidak ada,’’  tegasnya.

Selain itu, ujarnya, membawa bendera itu bukan kali itu saja. Saat Muktamar Muhammadiyah di Jogja beberapa waktu lalu ada juga yang mengibarkan bendera yang sama. ’’Tapi tidak menjadi masalah,’’ tukasnya. 

Dia mengaku sudah menduga sejak awal bahwa posting-an ini akan ramai. Hanya saja pihaknya tidak bisa mencegah karena dia tidak di lokasi saat Kokam Blora berfoto dengan bendera tauhid itu. 

Di akhir kesempatan itu Kokam Blora menyampaikan permohonan maaf atas ketidak-nyamanan yang dirasakan beberapa pihak atas munculnya posting-an tersebut. Pihaknya berharap, setelah ada klarifikasi ini permasalahan tersebut tidak menjadi polemik lebih lanjut. 

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Blora Mochamad Iskak mengatakan, sebelum klarifikasi tersebut pihaknya memanggil ketua Kokam untuk klarifikasi. ’’Sekaligus diberikan pembinaan,’’ ujarnya.

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia