Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Dinas Kesehatan Lamongan

Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun

Menuju Lamongan STBM 5 Pilar 2020

19 Agustus 2019, 19: 29: 47 WIB | editor : Amin Fauzie

PENUH KEBERSAMAAN : Bupati Fadeli bersama Ibu Makhdumah Fadeli, Wabup Kartika Hidayati, Sekkab Yuhronur Efendi, Kadinkes dr Taufik Hidayat, serta para pejabat Pemkab Lamongan ikut memeragakan cara cuci tangan yang baik dan benar.

PENUH KEBERSAMAAN : Bupati Fadeli bersama Ibu Makhdumah Fadeli, Wabup Kartika Hidayati, Sekkab Yuhronur Efendi, Kadinkes dr Taufik Hidayat, serta para pejabat Pemkab Lamongan ikut memeragakan cara cuci tangan yang baik dan benar. (Istimewa)

Share this      

DALAM rangka menuju Lamongan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM) 5 Pilar 2020, Dinas Kesehatan Kota Soto mengadakan acara Akselerasi STBM 5 Pilar melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kemarin pagi (18/8).

Bupati Lamongan, H. Fadeli beserta Ibu Mahkdumah Fadeli, Wakil Bupati Hj Kartika Hidayati, Sekretaris daerah Yuhrohnur Efendi, jajaran forkopimda, dan Kepala Dinas Kesehatan dr Taufik hidayat serta para pejabat pemkab lain hadir dalam acara yang digelar di alun-alun setempat bersama para pelajar dan masyarakat. Mereka beramai-ramai ikut memeragakan cara mencuci tangan pakai sabun.

Acara tersebut semakin meriah bersamaan dengan acara minggu ceria (mince). Pengunjung pusat Kota Lamongan itu  diberikan pengertian dan wawasan serta mempraktekkan tata cara cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar. Tujuannya, dari kegiatan itu bisa menjadi sebuah budaya sehat bagi keluarga-keluarga dan masyarakat Lamongan, khususnya anak-anak. Sehingga bisa terhindar dari terjangkit penyakit.

DIPERAGAKAN : Instruktur dari Dinkes Lamongan diikuti para pelajar memberikan contoh cara cuci tangan yang baik dan benar.

DIPERAGAKAN : Instruktur dari Dinkes Lamongan diikuti para pelajar memberikan contoh cara cuci tangan yang baik dan benar. (Istimewa)

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat,cuci tangan merupakan  bagian dari 5 pilar STBM.Yakni pilar ke-2 Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS).

‘’Kita ingin Tahun 2020 Lamongan total STBM 5 pilar dan  sudah dicanangkan pada awal tahun. Dan kegiatan kali ini adalah akselerasi kita ingin mempercepat  dan  mengingatkan kembali (program STBM 5 Pilar),’’ terangnya.

Dia menjelaskan, STBM harus tercapai, karena bagian penting dari pencegahan stunting. Yakni, selain pola makan dan pola asuh. ‘’Karena begitu penting, maka harus dilakukan akselerasi,’’ tukasnya.

Menurut mantan Direktur RSUD Ngimbang itu, kalau program ini berhasil, pola makan dan pola asuh juga kita intervensi-kan. Setiap Selasa dan Kamis tim kabupaten turun ke kecamatan-kecamatan untuk mendorong dan mendata pola makan  dan pola asuh, serta STBM 5 Pilar.

‘’Dan kalau program itu tercapai, stunting akan bisa dicegah. Maka akan terwujud  Lamongan Zero Stunting untuk masa depan anak – anak Lamongan. Itu sesuai komitmen Bapak Bupati (Fadeli), ditunjang dengan STBM 5 Pilar selesai 2020,’’ paparnya.

Taufik menambahkan, program tersebut akan mencetak  generasi Lamongan lebih berkualitas secara fisik maupun  kecerdasan, apalagi ditambah integrasi dengan program Desaku Pintar. ‘’Harapan anak-anak Lamongan yang fisik kuat dan cerdas, serta soleh solehah akan benar-benar teruwujud,’’ tandasnya.

Bupati Lamongan, H Fadeli menyambut positif program Dinkes tersebut. Bahkan bupati menegaskan, untuk mewujudkan Kabupaten Lamongan menjadi kabupaten STBM 5 pilar, diperlukan kerja keras dari berbagai pihak. Mulai dari petugas kesehatan lingkungan di puskesmas dan tim teknis kabupaten dalam melakukan upaya pemicuan, monitoring, dan evaluasi. Saat pelaksanaannya harus berkali kali memberikan pengertian kepada masyarakat agar mau merubah perilaku. Karena sangatlah penting peran masyarakat dalam menciptakan Kabupaten Lamongan menjadi kabupaten universal akses “100-0-100”. Yaitu 100 Persen air minum – 0 Persen pemukiman kumuh – 100 Persen stop bebas buang air besar sembarangan (ODF) serta kabupaten 100 Persen 5 pilar STBM. ‘’Semua dimulai dari unit terkecil. Yakni, dari diri sendiri kemudian unit rumah tangga sehingga menjadi rumah tangga sehat. Setelah itu terwujudlah RT sehat, RW sehat, Kelurahan sehat atau Desa sehat, Kecamatan sehat dan akan terwujudnya Kabupaten Lamongan sehat 100 Persen 5 pilar STBM,’’ tuturnya.

Bupati menegaskan, pembangunan bidang sanitasi di Lamongan akan terus ditingkatkan. Hal itu sebagai wujud pemerintah hadir di tengah permasalahan masyarakat dalam mengatasi persoalan kesehatan. Termasuk melalui pelatihan, baik bagi petugas kesehatan lingkungan maupun bagi kader kesehatan serta penyebaran poster – poster STBM dan juga promosi – promosi kesehatan, dengan harapan mampu meningkatkan kemampuan petugas dalam mewujudkan Kabupaten Lamongan menjadi Kabupaten 100 Persen 5 pilar STBM. ‘’Pembangunan bidang sanitasi sangatlah kompleks dan luas. Mulai dari dalam kandungan sampai liang lahat masih menjadi urusan bidang kesehatan. Penting bagi kita untuk bekerjasama dan mendukung, bahu membahu dalam rangka mewujudkan Lamongan sehat untuk kita semua,’’ paparnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Fadeli juga menyerahkan kendaraan operasional kepada beberapa puskesmas. (mam)

(bj/*/feb/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia