Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Undangan Nikah Tersebar, Tertangkap Bawa SS

17 Agustus 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RENCANA BATALKAN NIKAH: Gaguk (dua dari kiri) dikawal anggota Polres Lamongan setelah tertangkap membawa sabu – sabu. Rencana pernikahannya di Kediri bulan ini ingin dibatalkan.

RENCANA BATALKAN NIKAH: Gaguk (dua dari kiri) dikawal anggota Polres Lamongan setelah tertangkap membawa sabu – sabu. Rencana pernikahannya di Kediri bulan ini ingin dibatalkan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – M Gaguk, 22, asal Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, harus menunda rencana pernikahannya. Gara – garanya, dia kedapatan membawa sabu – sabu di saku celana saat dicegat petugas di jalan raya daendels di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran kemarin (16/8).

Di hadapan petugas, Gaguk mengatakan, dirinya sudah berpacaran dua tahun. Hubungan dengan perempuan asal Kediri itu ingin dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Bahkan, persiapan menuju pelaminan sudah dilakukannya.

DIAJARI SUAMI: Siti Farida sudah pernah ditahan karena kasus narkoba. Dia tetap memilih menjadi pengedar SS.

DIAJARI SUAMI: Siti Farida sudah pernah ditahan karena kasus narkoba. Dia tetap memilih menjadi pengedar SS. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

‘’Saya rencana akan menikah pada tanggal 26 di Kediri nanti,’’ ujarnya.

Karena kondisinya saat ini ditahan, Gaguk bakal menunda pernikahannya. Dia menunggu masa tahanannya habis dan keluar dari penjara. Tidak ada niatan menikah di penjara.

‘’Saya memutuskan untuk menunggu terlebih dahulu, setelah selesai hukuman,’’ imbuhnya.

Meskipun, kata dia, sebagian undangan sudah disebar beberapa hari lalu. Juga kebutuhan resepsi sudah dipesan pihak keluarga perempuan.

Gaguk ditangkap bersama warga satu desanya, Afi Rudi, 22.  

Kasatnarkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, mengatakan, masyarakat mencurigakan kedua tersangka. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan. Ternyata benar, petugas menemukan satu klip sabu di saku celana.

‘’Anggota langsung melakukan penggeledahan di sepeda motor kedua tersangka,’’ jelasnya.

Hasilnya, ditemukan peralatan hisap lengkap siap pakai dibungkus dus handphone yang ditaruh di jok motor. Selain itu, ada dua pipet dibungkus plastik hitam.

‘’Barang bukti yang diamankan sebanyak 0,21 gram. Itu semua hasil sisa pembelian beberapa hari yang lalu sebelum ditangkap. Padahal tersangka M Gaguk, pada bulan ini direncanakan ingin menikah dengan pacarnya,’’ kata Djoko.

Sebelum dua tersangka itu, satreskoba juga menangkap Siti Farida. Perempuan 31 tahun asal Desa Laladan, Kecamatan Deket ini diamankan saat melakukan pengiriman sabu ke pelangganya di Desa Weduni (15/8). Padahal, Siti  baru sembilan bulan di rumah setelah bebas dari Lapas Malang dengan kasus yang sama, narkoba.

Saat ditangkap, petugas menemukan satu klip yang dibungkus isolasi hitam di saku celana kanan. ‘’Tak berhenti di situ, anggota melakukan penggeledahan di rumahnya,’’ ujarnya.

Di rumah tersangka, polisi menemukan dua klip sabu – sabu tertutup kaleng bekas, sebuah timbangan digital, 18 plastik klip, sebuah sekrop, satu alat hisap lengkap, dua handphone dan sabu seberat 1,43 gram.

‘’Dia sudah pasti pengedar karena sudah jelas ditemukan timbangan dan plastik banyak,’’ ujar Djoko.

Menurut dia, tersangka pernah divonis  5 tahun 3 bulan dan menjalani tahanan 3,5 tahun. Siti di hadapan petugas mengatakan, selama ini dirinya menjadi pengedar dari suaminya yang masih berada di tahanan. Terakhir kali, mendapatkan kiriman 2 gram sabu dari seseorang di Gresik. Sebagian sabu itu diamankan petugas.

Dia menjual paket sabu Rp 400 ribu sampai Rp 800 ribu. ‘’Saya bisa memakai diajarin suami. Sebenarnya saya ini mau berangkat ke Sidoarjo bekerja,’’ ujarnya.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia