Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Izin Pasar Tak Keluar, Warga Ngampel Demo

15 Agustus 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DATANGI PEMKAB: Warga membentangkan spanduk cukup panjang. Mereka meminta pemkab menerbitkan izin untuk pembangunan pasar desa.

DATANGI PEMKAB: Warga membentangkan spanduk cukup panjang. Mereka meminta pemkab menerbitkan izin untuk pembangunan pasar desa. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Puluhan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, menggelar unjuk rasa mendatangi Pemkab Bojonegoro kemarin (14/8). Unjuk rasa menuntut pemkab agar segera menerbitkan izin pembangunan pasar desa setempat.

’’Aksi ini sebagai bentuk protes warga pada pemkab yang tidak kunjung menerbitkan izin,’’ kata Kepala Desa (Kades) Ngampel Pudjianto.

Aksi dimulai dari lokasi yang akan didirikan pasar di Jalan Pemuda, Bojonegoro. Selanjutnya, pendemo melakukan long march hingga ke pendapa pemkab. Sambil membentangkan spanduk, warga melakukan orasi di depan pendapa dan ingin bertemu Bupati Anna Mu’awanah.  

Pudji menjelaskan, warga ingin bupati segera menandatangani izin pendirian pasar itu. Sebab, izin sudah diajukan sejak setahun lalu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan. ’’Izin yang kami minta adalah izin guna serap. Itu untuk mengurus IMB (izin mendirikan bangunan),’’ jelasnya.

Menurut Pudji, pelayanan kepengurusan izin seharusnya tidak harus lama. Bisa diselesaikan dengan cepat. Sebab, syarat-syarat pengajuan izin sudah lengkap. ’’Tapi kenapa kok belum juga dikeluarkan izinnya,’’ jelasnya.

Para pendemo kecewa karena tidak bisa bertemu bupati. Mereka juga menolak ditemui Asisten II Pemkab Setyo Yuliono, yang mewakili bupati. ’’Kami ingin bertemu bupati langsung karena bupati yang bisa mengeluarkan izin,’’ jelasnya. 

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Masirin menjelaskan, bupati ada kegiatan rapat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). ’’Untuk penerimaan pendemo diwakilkan pada asisten II bidang perekonomian dan sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ ujarnya saat dikonfirmasi. 

Rencana pembangunan Pasar Ngampel sudah cukup lama. Yakni pada 2015 lalu. Namun, hingga kini belum ada proses pembangunan sama sekali. Rencananya, pasar itu dibangun di tanah kas desa yang berlokasi di Jalan Pemuda. 

Pasar Ngampel tidak dibangun sendiri oleh pemerintah desa (pemdes). Pembangunan pasar itu dibiayai dan dilakukan pihak ketiga. Pemdes dan pihak ketiga melakukan kerja sama dalam pengelolaannya.

(bj/cho/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia