Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Bengkel Mobil Dilalap Si Jago Merah

14 Agustus 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PENYIRAMAN KE TITIK API: Petugas PMK Lamongan menyemprotkan air selang ke arah bengkel yang terbakar di pinggir jalan nasional Lamongan – Babat kemarin sore. Sejumlah mobil bekas hangus akibat kejadian tersebut.

PENYIRAMAN KE TITIK API: Petugas PMK Lamongan menyemprotkan air selang ke arah bengkel yang terbakar di pinggir jalan nasional Lamongan – Babat kemarin sore. Sejumlah mobil bekas hangus akibat kejadian tersebut. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

TURI, Radar Lamongan – Si jago merah mengamuk di bengkel mobil berukuran 40 meter (m) x 10 m di pinggir jalan nasional, masuk Dusun Wudi, Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, kemarin (13/8) sore.  

Kejadian tersebut tidak hanya mengakibatkan beberapa mobil bekas yang ada di bengkel milik M Alfarizi, 48, warga desa setempat, itu hangus. Juga, mengakibatkan lalu lintas di jalur Lamongan – Babat itu macet panjang. 

Kastur, salah satu warga, mengatakan, pemilik mengetahui adanya asap yang mengepul di wilayah selatan. Setelah dicari, ternyata bengkel miliknya sendiri. Korban berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. 

‘’Menurut keterangan pemilik, bengkel mobil tersebut sudah tutup sebelum terbakar,’’ katanya saat ditemui di lokasi kejadian. 

Menurut saksi, korban tidak mengetahui api berasal dari mana. Korban hanya melihat api membesar di tengah bengkel. Padahal, rangka beberapa mobil bekas dikumpulkan pemilik untuk ditimbang dan dijual besinya. 

Andre, salah satu pegawai bengkel tersebut, mengatakan, dirinya tak mengetahui adanya kebakaran karena perjalanan pulang dari Babat. Dia ingat terakhir sebelum menutup bengkel melakukan pengerjaan cat mobil. Karena sore, akhirnya bengkel ditutup.

‘’Saya terakhir mengecat mobil colt yang tahun lama untuk angkut barang,’’ ujarnya.

Menurut dia, di bengkel terdapat empat mobil tahun lama yang siap dijual dengan kisaran harga Rp 12 juta. Mobil lainnya, dia tidak bisa menghitung. Alasannya, pemilik bengkel yang mengetahui. Namun, ada sebagian mobil yang masih bisa diselamatkan. 

‘’Kalau total kerugian, yang mengetahui detail adalah juragan Mas,’’ ujarnya. 

Dia menuturkan, saat di lokasi, dirinya mendengar api berasal dari tengah bengkel. Penyebabnya korsleting atau apa, dirinya belum mengetahui. 

Kapolsek Turi, AKP Suwarta, mengatakan, sampai saat ini dilakukan penyelidikan terkait kebakaran di bengkel mobil bekas tersebut. Apalagi, bengkel sudah tutup dan pemilik sudah di rumah. 

‘’Mungkin saja, terjadi adanya korsleting listrik hingga mengakibatkan adanya kebakaran,’’ ujarnya. 

Api bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Akibat kejadian itu, kerugian ditafsir Rp 50 juta. ‘’Mobil yang berada di bengkel bekas tersebut sebanyak 11 mobil. Namun kondisi tahunnya sudah tua. Sebanyak 5 mobil masih bisa diselamatkan karena berhasil didorong oleh warga setempat. Sebagian mobil belinya Rp 4 juta sampai Rp 5 juta,’’ jelasnya.

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia