Kamis, 12 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Agung Ridwan Asmaka, Seniman Muda Serbabisa

Tur ke Kota-Kota, Dongengi 1.000 Siswa dengan Pantomim

Oleh: BHAGAS DANI PURWOKO

14 Agustus 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSEMANGAT: Agung Ridwan Asmaka asyik bermain pantomim bersama anak-anak SD.

BERSEMANGAT: Agung Ridwan Asmaka asyik bermain pantomim bersama anak-anak SD. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

SEBELUM dikenal sebagai seniman, Agung Ridwan Asmaka sebagai aktivis literasi anak. Keterbatasan ekonomi tak pernah jadi alasan untuk bermanfaat bagi orang lain. Ia pun selalu memegang prinsip optimisme tersebut.

Sosok Agung Ridwan Asmaka tak asing di mata seniman Bojonegoro. Ia paling mudah ditemui saat car free day (CFD) Alun-Alun Bojonegoro. Pemuda murah senyum itu kerap melapak buku anak-anak sembari membacakan dongeng kepada para pengunjung CFD.

Saat melapak buku ia membawa becak dan dipasang plang bertuliskan Perpustakaan Gatda (Semangat Muda). Ia juga merupakan inisiator Les Basa (Bayar Sampah) yang sudah berdiri sejak Maret 2015 silam.

Selain dunia literasi, Agung merupakan seniman muda. Pemuda kelahiran 1994 yang menggeluti aneka kesenian secara otodidak. Seperti pantomim, musik, dongeng boneka, wayang imajinasi, dan drama. Perjalanan Agung sesuai jargonnya, yaitu semangat muda.

Ia tak pernah patah semangat mendidik dan menghibur anak-anak hingga kini. Agung mengatakan, langkah kakinya ingin abdikan untuk anak-anak Indonesia. Karena anak-anak harus memiliki asa tinggi dan percaya diri meraih mimpi.

Semangat Agung menularkan jiwa seni dan literasi tak pernah surut. Meskipun, dia bukan anak dari keluarga kaya raya. Ia mengaku penuh dengan keterbatasan. Tapi keterbatasan itu tak ingin jadi alasan atau layak untuk diglorifikasi. Karena Agung ingin setiap anak yang lahir bisa menikmati masa kecilnya dengan canda tawa dan optimisme.

“Biarkan anak-anak itu asyik bermain seraya belajar. Anak-anak layak bersenang-senang, namun di hatinya selalu diselimuti optimisme,” ucap pemuda asal Kelurahan Ngroworejo, Kecamatan Kota itu.

Agung bercerita kini fokus menggarap Dunia Imajinasi. Ia ingin berkeliling Indonesia dengan model kesenian-kesenian pantomim dan aneka dongeng menghibur anak-anak TK dan SD. Bulan ini jadwalnya keliling ke Jember, Gresik, Madiun, dan Malang. Per kotanya ia mampir ke 10 SD. Diperkirakan rata-rata 1.000 siswa per kota yang ia hibur.

Saat keliling itu, ia selalu singgah di komunitas-komunitas seni kota tersebut. Agung dari dulu mengedepankan kolaborasi menyukseskan tiap kegiatan. Secara gotong-royong karena setiap kota pasti memiliki seniman-seniman hebat.

“Tur bulan ini berkolaborasi dengan SPN (Sekolah Pantomim Nusantara) asli Jember, Kampoeng Dolanan asli Surabaya, dan BaDaLa Nusantara (Jombang),” terang mahasiswa jurusan pendidikan matematika IKIP PGRI Bojonegoro itu.

Tur bulan depan sudah menanti. Namun destinasinya belum dijadwalkan. Agung tak pernah mengeluh menghadirkan tawa anak-anak. Ia berusaha seunik mungkin menghibur anak-anak SD. Contohnya saat menghibur dengan musik, ia tak hanya mengandalkan gitar akustik, tetapi juga main harmonika memakai sisir yang dipasangi plastik.

“Kalau dongeng-dongengnya saya sangat mengandalkan imajinasi. Seperti wayang imajinasi saya bukan mendongeng seperti dalang, melainkan mendongeng dengan cara saya sendiri agar anak-anak bahagia,” ujar dia.

(bj/gas/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia