Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Ajarkan Hidup Bersinergi dengan Alam-Hutan

SD BAS Angkat Adat dayak pada Pawai Budaya

14 Agustus 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TEGAP: Prajurit merah putih.

TEGAP: Prajurit merah putih. (MOCH ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

SEKOLAH Dasar (SD) Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban tampil beda pada Pawai Budaya yang diselenggarakan Korwildik Kecamatan Tuban kemarin (13/8). Mengangkat adat Dayak Kalimantan Timur dengan tema Ruhui Rahayu yang artinya keseimbangan sempurna di semua hal berkat rida Tuhan, sekolah swasta unggulan ini menampilkan berbagai budaya dari Tanah Borneo tersebut. Mulai baju, replika rumah adat dayak, budaya khasnya, angkutan tradisional kereta dan bendi yang dinaiki raja, keluarga kerajaan, serta bangsawan hingga penampilan tarian adat. Tarian adat yang diatraksikan selama perjalanan cukup lengkap. Mulai tarian burung enggang, tarian serumpai, hingga tarian papatay.

Kepala SD BAS Tuban Ustadzah Diah Kusumawati S.Pd didampingi waka humas yang sekaligus waka kesiswaan Umi Mu’arifah S. Kom, S.Pd mengatakan, keikutsertaan anak didiknya pada event peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI tersebut untuk mengajarkan dan mengingatkan kepada anak didiknya terkait peristiwa bersejarah lepasnya Indonesia dari belenggu penjajah. ‘’Dengan pawai ini, kita mengingatkan kepada siswa bahwa memperingati dan merayakan hari kemerdekaan itu sangat penting. Salah satunya dengan mengikuti Pawai Budaya tersebut,’’ kata dia. 

Diah menerangkan, diangkatnya adat Dayak memiliki filosofis yang sangat mendalam tentang kehidupan dan merawat alam. Suku ini, ungkap dia, memiliki kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum adat. Suku ini juga bisa hidup bersinergi yang baik dengan hutan dan alam. ‘’Dari situ, kita ingin mengajarkan kepada anak didik untuk berselaras dengan alam dengan menjaga dan merawat alam seperti program Adiwiyata yang dijalankan sekolah ini,’’ ujar Diah.

MEMUKAU: Siswi SD BAS mengenakan baju adat Dayak dan menari enggang.

MEMUKAU: Siswi SD BAS mengenakan baju adat Dayak dan menari enggang. (MOCH ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Tak kalah pentingnya, lanjut dia, dengan mengenal Dayak, para siswa bisa mengenal berbagai macam adat dan budaya bangsa warisan leluhur. ‘’Aset dan identitas bangsa ini harus dilestarikan,’’ tegas dia. (rif)

(bj/ds/*/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia