Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Sebulan Empat Kali Beraksi, Tiga Warga Sukolilo Didor

13 Agustus 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KAKI DIPERBAN: Tiga warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi yang ditembak polisi karena kasus pencurian.

KAKI DIPERBAN: Tiga warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi yang ditembak polisi karena kasus pencurian. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – M Ervan Saputra, 21, dan M Erik Saputra, 24, dua bersaudara asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi kemarin (12/8) berjalan pincang saat dikawal petugas Polres Lamongan. Juga,  Mei Purwanto Missetya, Nugroho 22, warga desa setempat. 

Tiga orang tersebut kakinya terkena timah panas akibat ditembak polisi karena kasus penjambretan. ‘’Pada saat anggota melakukan penangkapan berada di dalam rumah, mencoba melarikan diri. Sehingga melakukan tindak terukur dan melakukan penembakan,’’ kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

Dalam melakukan aksinya, mereka berbagi peran. Awalnya, tiga tersangka mengendarai motor Vario 125 W 3245 JW dan Satria tanpa pelat nomor. Sasaran yang diincar, anak sekolah dan ibu – ibu yang berada di pinggir jalan. Alasannya, korban seperti itu tak berani memacu kendaraan dengan cepat untuk mengejar. 

Selain menjambret, tersangka juga bermodus berpura – pura membeli handphone dan mengajak COD di wilayah Kalitengah.  Setelah harga cocok, korban bersama tersangka mencari ATM untuk transfer uang. Di tengah perjalanan yang lokasinya sepi, tersangka mengajak korban berhenti. Selanjutnya, mereka mengancam dan memukuli korban. Karena takut, korban akhirnya menyerahkan handphone miliknya tersebut.

‘’Perannya masing – masing tersangka berbeda. Mei Purwanto mengawasi lokasi sasaran, sedangkan M Ervan sebagai eksekusi, M Erik Saputra sebagai joki,’’ jelas Feby. 

Berapa kali tersangka beraksi? ‘’Tersangka telah mengakui aksinya di Jl Kombespol M Duryat, Kecamatan Kalitengah, Kecamatan Sukodadi, dan jalan baru Sukomulyo Lamongan. Semuanya ini pada bulan Agustus 2019. Tak menutup kemungkinan masih banyak lagi,’’ imbuh pria berpangkat melati dua di pundaknya tersebut.

Otak aksi kejahatan ini,  Mei Purwanto. Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka tersebut pernah dihukum karena kasus pencurian pada 2016. Dia ditahan 1,5 tahun. 

Dari tiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti 3 handphone , uang Rp 650 ribu, motor Vario dan Satria FU, serta dua jaket.

M Ervan Saputra di hadapan petugas mengatakan, dirinya melakukan aksi itu karena diajak kakak. Dia yang tak punya uang dan ketagihan judi online namun tak pernah menang, akhirnya nekad ikut melakukan pencurian. ‘’Sama saja, kakak juga judi online remi. Juga sering kalah,’’ ujarnya.

Setiap usai beraksi, barang dijual dan sebagian uangnya untuk judi online.  Sisanya untuk jajan setiap hari.

(bj/jar/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia