Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Dua Rumah di Desa Turigede Dilalap Api

Hingga Agustus, Sudah 59 Kebakaran

13 Agustus 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (M. ARIF YANTO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Si jago merah lagi-lagi menghanguskan dua rumah di Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, sekitar pukul 10.15 kemarin (12/8). Dua rumah tersebut milik Sapar, 80, dan Basir, 52.

Dugaan sumber api berasal dari rumah Sapar karena lupa mematikan tungku saat memasak air. Kebakaran ini menambah daftar panjang amukan si jago merah. Sejak Januari hingga Agustus ini, sudah terjadi 59 kebakaran.

Kapolsek Kepohbaru AKP Yasimbang menerangkan, bahwa kronologi kebakaran bermula ketika saksi Sukoyo, 60, melintas di depan rumah Sapar melihat asap mengepul dan api telah membakar dapur. Saksi pun segera memberitahu warga setempat untuk membantu memadamkan api, sementara warga lainnya meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro.

“Warga setempat berusaha memadamkan, namun ternyata api merembet ke rumah Basir,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), sebelumnya istri Sapar merebus air menggunakan tungku. Namun, saat meninggalkan rumah, istri korban lupa mematikan tungku tersebut. Karena saat itu, di rumah tetangganya yang sedang punya hajat. Adapun hasil olah TKP, kedua rumah yang terbakar tersebut rangka terbuat dari bambu, dinding terbuat dari kayu dan triplek, atap terbuat dari genting.

“Kerugian materiil Sapar diperkirakan Rp 50 juta. Sedangkan Basir sekitar Rp 20 juta,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno mengatakan, laporan kebakaran tersebut masuk sekitar pukul 11.16 dari salah satu anggota damkar yang lepas dinas. Pihaknya mengirim 1 unit mobil damkar dari Pos Baureno dan 2 unit dari Pos Kota dengan jumlah personel 12 orang.

“Petugas sampai di lokasi pukul 11.25 dan selesai pemadaman pukul 12.15,” katanya.

Sukirno mengatakan, tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Ia pun selalu mengimbau apabila kelalaian manusia bisa berakibat fatal. Diharapkan masyarakat harus bergotong royong ketika terjadi kebakaran di wilayahnya sembari menunggu datangnya pihak damkar.

Adapun upaya untuk menghambat rambatan api bisa dengan memakai alat sederhana seperti pasir atau air kalau ada dengan menggunakan diesel sawah.

(bj/gas/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia