Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Drainase Jalan Nasional Dianggarkan Berkala

12 Agustus 2019, 11: 25: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BELUM MERATA : Salah satu ruas Jalan Nasional Babat-Lamongan yang dibangun saluran drainase.

BELUM MERATA : Salah satu ruas Jalan Nasional Babat-Lamongan yang dibangun saluran drainase. (INDRA GUNAWAN/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Belum semua titik di Jalan Nasional Lamongan - Babat memiliki gorong-gorong (saluran drainase). Akibatnya, genangan air selalu menjadi permasalahan setiap musim penghujan. Sehingga mempercepat kerusakan jalan.

''Belum bisa tersentuh semuanya, kan menyesuaikan anggaran juga,'' tutur Ketua PPK Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional (BBPJN) Gresik - Lamongan – Tuban, Novia Endhianata kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/8). 

Dari pantauan wartawan koran ini, beberapa titik mulai mendapatkan pembangunan gorong-gorong, antara lain di perempatan Sumlaran, Kecamatan Sukodadi dan beberapa titik di Kecamatan Pucuk.

Menurut Endhi, pembangunan gorong-gorong itu mengikuti pembetonan badan jalan yang juga sedang dikerjakan saat ini. ''Iya, sepanjang jalan yang diperbaiki, juga dibenahi aliran drainasenya,'' ujar pria kelahiran Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut. 

Ketika musim penghujan, lanjut dia, titik di depan SPBU Pucuk paling menjadi perhatian. Sebab, genangan air paling parah di titik tersebut. Sehingga, tiap musim penghujan terjadi kerusakan parah di titik tersebut. ''Dengan pembetonan dan pembangunan gorong-gorong ini, maka kerusakan jalan bisa diminimalisasi,'' tukasnya. 

Seperti diketahui, Jalan Nasional sepanjang 8,8 kilometer (km) mendapatkan pembetonan tahun ini. Sebelumnya, Perempatan Sumlaran telah rampung dikerjakan. Kini pembetonan sudah menyisir di Kecamatan Babat Lamongan. ''Disesuaikan dengan kebutuhan dan dana dalam paket Tahun 2019 ini,'' ujar Endhi. 

Pembetonan diperkirakan rampung akhir tahun ini. Selanjutnya, BBPJN bakal memperbaiki total Jembatan Cincim Lama, yang direncanakan mulai dikerjakan antara November atau Desember mendatang. Namun, Endhi mengaku, pembangunan gorong-gorong memungkinkan untuk diajukan lagi tahun depan. 

''Jika masih dibutuhkan dan alokasi lebih dari dana tahun ini, maka kita usulkan tahun depan,’’ pungkasnya.

(bj/ind/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia