Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Bripda Titis W., Pecahkan Rekor Dunia

Kedalaman 10 Meter Kibarkan Merah Putih

Oleh: M. MAHFUDZ MUNTAHA

12 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

AKRAB DENGAN LAUT: Titis ketika mendapat penyematan. Awalnya perenang hingga ditunjuk ikut rekor menyelam di Manado.

AKRAB DENGAN LAUT: Titis ketika mendapat penyematan. Awalnya perenang hingga ditunjuk ikut rekor menyelam di Manado. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/JAWA POS RADAR BLORA)

Share this      

BRIPDA Titis Widyaningtyas masih heran atas keikutsertaannya dalam pemecahan rekor menyelam di Manado. Bekal hanya sebagai perenang.

Halaman depan Kantor Satlantas Polres Blora siang itu sepi. Maklum memasuki jam istirahat. Di kantor khas bercat biru putih itu terlihat sosok polisi wanita (polwan) berada di teras.

Memakai seragam lengkap, tertera namanya Bripda Titis Widyaningtyas. Polwan bertugas di unit turjawali satlantas itu terlihat sederhana. Namun, siapa sangka, ternyata Titis sapaan akrabnya ini seorang perenang.

Titis baru saja mengikuti pemecahan rekor menyelam di Manado. Rekor itu  dilakukan Wanita Selam Indonesia (Wasi) pada 3 Agustus lalu. Rekor tersebut dengan peserta sebanyak 3.100 penyelam.

Saat bertemu, Titis tampak lelah setelah baru saja melakukan giat. Namun, ketika bercerita ikut rekor menyelam, perempuan 24 tahun itu kembali bersemangat bercerita.

Dia tidak menyangka menjadi salah satu peserta rekor menyelam tingkat nasional itu. Yang mengherankan, dia satu-satunya perwakilan penyelam dari Blora. Kabar menjadi penyelam dalam rekor itu, sejak Juli lalu polres di Jawa Tengah ditawari ikut penyelaman di Manado.

Tiba-tiba dirinya ditunjuk mengikuti kegiatan itu. Saat itu dia merasa heran. ''Lho kok saya,'' ujarnya menirukan saat dirinya ketika ditunjuk sebagai penyelam.

Setelah, dia pikir-pikir alasan ditunjuk mungkin karena ketika SMA adalah atlet renang. ''Mungkin sek mambu-mambu banyu itu ya,'' ujar polwan asal Tegalgunung, Kecamatan Blora itu sambil terkekeh.

Setelah penunjukan itu, akhirnya lulusan SMAN 2 Blora ini harus mengambil sertifikasi menyelam dulu. Pada 16 Juli lalu dirinya bersama dengan 34 peserta dari kota/kabupaten lain ikut sertifikasi di Karimun Jawa. ''Di sana saya selama lima hari,'' ujarnya.

Selama proses sertifikasi itu, dirinya harus memulai penyelaman pertamanya. Menurutnya rasanya bercampur aduk. ''Pas pertama menyelam itu sempat ada rasa takut,'' ujarnya.

Namun, setelah latihan sekali sampai tiga kali, akhirnya Titis terbiasa. Setelah mengenal bawah laut. Dan kedalamannya, dia semakin serius berlatih. Hingga akhir proses penilaian sertifikasi pada 21 Juli, ternyata dia menjadi salah satu penyelam terbaik.

''Dalam penilaian, ternyata aku dapat peringkat dua se Jateng,'' ujarnya penuh bangga.

Mengantongi sertifikasi menyelam, pada 30 Agustus, dirinya bersama kontingen Jateng terdiri dari polwan dan Brimob menuju Manado. ''Dan 2 Agustus kita pengibaran bendera,'' ungkap polwan berpangkat bripda ini.

Nah, pada 3 Agustus proses pemecahan rekor dunia untuk penyelam terbanyak. Dengan peserta mencapai 3.100 penyelam. Menurutnya, ribuan penyelam itu, bukan hanya dari Indonesia saja. Tapi juga dari luar negeri. ''Pas nyelem itu ramai. Bukan hanya orang Indonesia saja,'' jelas dia.

Saat itu ribuan penyelam sebanyak itu masuk di laut dengan kedalaman 10 meter. Penyelam banyak yang kebingungan. Apalagi di bawah air, pandangan terbatas. Saat awal menyelam pasir lautnya naik semua. ''Pas pertama menyelam itu gelap semua,'' bebernya.

Saat itu, banyak penyelam kesasar. Seharusnya bergandengan sesuai kontingen. Ditandai bendera. ''Jadi kita saling nyari-nyari,'' imbuhnya saat itu membawa bendera kontingen.

Akhirnya, menurut Titis, penyelam saling berpautan layaknya rantai mengitari bendera merah putih. Karena rekor menyelam itu memperingati Hari Kemerdekaan.

Titik semakin bersemangat. Dia akan mengikuti pemecahan rekor lagi dengan kedalaman yang lebih. Dan Januari 2020 nanti dirinya akan kembali meningkatkan sertifikasi menyelamnya.

''Nanti sertifikasinya menjadi kedalaman 20 meter. Sertifikasinya di Papua di Raja Ampat,'' imbuhnya.

Setelah ini masih banyak pemecahan rekor yang lain. Tentu, ini akan mengulang perolehan juara saat dirinya semasa SMA yang sering mendapatkan mendali di Porprov Jateng.

(bj/fud/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia