Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Pemilik Gunus Mas Klaim Proses Izin

Disparbud Nyatakan Berkas Belum Masuk

10 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DITUTUP: Kawasan wisata Gunung Mas dinilai belum berizin.

DITUTUP: Kawasan wisata Gunung Mas dinilai belum berizin. (ISTIMEWA/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

MANTUP, Radar Lamongan – Pemilik wisata Gunung Mas di wilayah Kecamatan Mantup, Masrukhan Taufik, akhirnya buka suara terkait penutupan kawasan wisatanya.

‘’Kalau masalah izin, sudah berjalan ke pariwisata. Tentunya agar memercepat birokrasinya,’’  klaimnya. 

Namun, dia tidak menjelaskan secara detail proses perizinan yang ditempuhnya. Taufik lebih banyak menjelaskan tentang  kawasan wisata tersebut lahan miliknya. Awalnya, berupa bekas galian C. 

Dia berpikiran berteduh dan santai di atas bukit. Selanjutnya, beberapa fasilitas kursi dipasang pada 2012. 

Di kawasan tersebut, menurut dia, tak ada penarikan karcis atau lainnya. Hanya sumbangan kebersihan dan parkir. Karena nilainya dianggap kecil dan untuk beberapa penjaga di lokasi, maka uang tersebut tak sampai ke pemerintah desa. 

‘’Intinya saya hanya memberikan kebaikan kepada orang lain, hanya fasilitas seperti itu,’’ ujarnya. 

Berapa modal yang dibutuhkan untuk merenovasi bekas galian menjadi lokasi wisata? Taufik enggan menjelaskan secara detail. 

Dikonfirmasi terpisah, Erdiana Renawati, kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, menjelaskan, dirinya bersama petugas lainnya pernah mengecek ke lokasi setahun lalu. Saat itu, dia tak bertemu pemiliknya. Hanya bertemu pengelola yang ada di lokasi. Erdiana mengaku memberikan penjelasan agar melakukan pengurusan izin lebih dulu karena mendatangkan wisatawan. 

‘’Saya ke sana itu  satu tahun yang lalu, saat ramainya di sosial media adanya wisata baru,’’ jelasnya.

Terkait adanya proses pengurusan izin, dia memastikan pemilik wisata itu belum melakukan izin sama sekali ke kantornya. Berkas juga belum masuk. 

Karena hingga satu tahun tak ada respons, maka satpol PP memberikan surat peringatan hingga tiga kali agar melakukan pengurusan izin. 

‘’Walaupun tidak melakukan penarikan retribusi, sudah ada biaya parkir dan mendatangkan wisatawan. Harus melakukan pengurusan izin,’’ ujarnya. 

Seperti diberitakan, wisata Gunung Mas di Desa Tugu, Kecamatan Mantup ditutup Satpol PP Lamongan (8/8). 

Tempat wisata yang awalnya bukit kapur itu dinyatakan belum mengantongi izin. ‘’Pemilik tak mempunyai izin. Sudah diberikan surat peringatan agar melakukan pengurusan,’’ ujar Kabid Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Lamongan, Sapari.

Dia menjelaskan, bangunan tersebut belum ada izin lingkungan, izin usaha pariwisata, dan izin bangunan. Jika sudah memiliki izin, Sapari memastikan kawasan wisata tersebut diperbolehkan beroperasi lagi. 

Karena itu, portal dipasang di lokasi tersebut agar kendaraan pengunjung tak bisa masuk. ‘’Jangan sampai belum melakukan pengurusan izin, melakukan pembukaan portal tersebut,’’ pesannya.

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia