Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment

Pemain Naturalisasi Dicoret dari Seleksi

10 Agustus 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

ANGKAT KOPER: Nwanosike Okechukwu Charles, melihat para pemain Persatu melakukan latihan. Pemain naturalisasi asal Nigeria ini akhirnya dicoret dari proses seleksi.

ANGKAT KOPER: Nwanosike Okechukwu Charles, melihat para pemain Persatu melakukan latihan. Pemain naturalisasi asal Nigeria ini akhirnya dicoret dari proses seleksi. (ZAKKI TAMAMI/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban  - Tak semua pemain naturalisasi memiliki kualitas di atas rata-rata. Salah satunya Nwanosike Okechukwu Charles. Pemain kelahiran Onitsha, Nigeria itu terpaksa harus dipulangkan ke tempat tinggalnya sekarang ini, di Cibodas, Tangerang. Dari hasil seleksi Persatu, pemain berusia 34 tahun tersebut dinilai belum sesuai dengan kebutuhan tim dan harus dicoret. ‘’Naturalisasi (Nwanosike Okechukwu Charles) sudah kita pulangkan,’’ kata head coach Persatu Bambang Sumantri ketika dikonfirmasi via ponselnya kemarin (9/8). 

Menurut pelatih, pemain berkulit hitam itu sudah diputuskan tak mengikuti proses seleksi sejak Kamis (8/8). Praktis, pemain itu hanya bertahan sekitar lima hari di Tuban sejak Sabtu (3/8). 

Untuk dua pemain seleksi lainnya, kata Bambang,  masih diperbolehkan mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Yakni, gelandang Krisnadiandra (eks Persikasi Bekasi) dan M. Rais (Kalteng Putra). ‘’Kita akan mendatangkan tujuh pemain lagi untuk mengikuti seleksi,’’ ujar dia. Ketujuh pemain tersebut  diperkirakan mulai mengikuti proses seleksi Senin (12/8). Mereka berasal dari sejumlah daerah. Kualitasnya diperkirakan  cukup bagus. Hanya saja, siapa ketujuh pemain tersebut, eks pelatih Persebo Bondowoso ini meminta bersabar karena akan disampaikan saat seleksi berjalan. 

Ditambahkan Bambang Sumantri, saat ini timnya fokus menghadapi tamu Madura FC di Stadion Bumi Wali, Kamis (15/8) mendatang. Para penggawanya sudah memiliki modal hasil away di kandang Mitra Kukar. Meski kalah 0-1, namun Danu Rosade dan kawan-kawan bermain apik. Instruksi pelatih berjalan dengan baik dan tampil percaya diri. Bahkan, sejumlah peluang tercipta serta bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Hanya saja, kartu merah yang diterima pada menit akhir membuat kekuatan timnya menurun. ‘’Anak-anak sudah bermain all out dan maksimal. Faktor kartu merah, mereka (Mitra Kukar) bisa cetak gol,’’ tegasnya.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia