Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Pembuat Minuman Kemasan Berbahan Bunga Telang

Tambah Rasa dan Aroma, Campuri Jahe dan Jeruk Nipis

Oleh: RIKA RATMAWATI

10 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERBAHAN BUNGA TELANG: Nur Afifah menunjukkan minuman kemasan hasil ramuannya.

BERBAHAN BUNGA TELANG: Nur Afifah menunjukkan minuman kemasan hasil ramuannya. (RIKA RATMAWATI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

NUR AFIFAH berhasil membudidayakan bunga telang di halaman rumahnya. Dia memanfaatkan tanaman tersebut menjadi minuman berkhasiat untuk mengobati radang telinga.

Nur Afifah duduk santai sambil memisahkan bunga telang dari tangkainya. Dia sedang memersiapkan pesanan untuk acara rapat di desanya keesokan harinya. Semua bagian bunga telang yang merekah bisa dimanfaatkan.

Namun, sebagian memilih warna biru tua supaya lebih baik hasil akhirnya. “Sebenarnya bisa dipakai semua, tapi kadang dipilih yang biru tua supaya warna akhir lebih tajam,” ujar ibu satu anak tersebut.

Bunga telang ini baru dibudidayakannya sekitar satu tahun. Dia mendapatkan pembinaan terkait manfaat dari masing-masing toga. Afifah tertarik menciptakan sebuah inovasi untuk membuat bunga telang dalam kemasan minuman.

Jika bunga itu tidak diolah, maka masyarakat hanya mengetahui manfaatnya secara teori, tanpa menggunakannya untuk pengobatan. Afifah berusaha meracik layaknya jamu tradisional pada umumnya.

Jika jamu tradisional diracik dengan ditumbuk, maka bunga telang diracik dengan cara dimasukkan pada air mendidih. Namun, bunga telang terlebih dulu dicuci bersih dengan tidak perlu dipisahkan dari putik dan benang sari. Hanya pisahkan bunga ungu tersebut dari tangkainya.

Setelah itu, disiapkan satu liter air untuk didihkan. Ketika air mendidih, bunga telang yang sudah dicuci dimasukkan. Dibiarkan sekitar 10 menit, maka warna air berubah menjadi biru.

Selanjutnya, cairan itu dicampuri jahe dan jeruk nipis. Sebab, bunga telang tidak ada rasanya. Campuran jahe bakal menambah rasa pedas dan aroma. Tambahkan jeruk nipis untuk mempercantik warna, karena berubah keunguan. “Campurannya sesuai selera, karena tidak akan mengurangi manfaat dari bunga telang tersebut,” jelasnya.

Bunga yang dikenal dengan sebutan butterfly pea dan memiliki nama ilmiah clitoria ternatea itu banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal. Selain diolah dalam berbagai bentuk makanan dan minuman, bunga ini juga bisa langsung dikonsumsi setelah dipetik.

Sebagai salah satu tanaman obat, bunga telang mampu membasmi racun, melancarkan haid, dan menyembuhkan mata merah, serta mengobati radang telinga.

Afifah tentu tidak mengetahui kandungan pastinya. Namun, minuman yang dibuatnya sudah diuji dinas kesehatan dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi. 

Afifah sengaja tidak menambah gula atau varian rasa lain dari minumannya. Dia ingin menyuguhkan sensasi minuman obat dengan varian murni.

Minuman bunga telang ini hanya bertahan selama 1 x 24 jam. Kecuali, disimpan di lemari pendingin. Masa bertahannya, menjadi sekitar tiga hari. Afifah menuturkan, modal yang dibutuhkan untuk membuat minuman bunga telang hanya Rp 30 ribu. 

Modal tersebut bisa memproduksi sekitar  20 botol. Minuman ini dijual Rp 4.000 per botol. Sehingga, satu kali produksi bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 50 ribu. Namun, saat ini dirinya masih terkendala pasar. Dia hanya melayani pesanan dari desa untuk posyandu dan lansia.

Bahkan untuk posyandu, dia harus membuat inovasi baru, yakni pudding bunga telang. “Kalau anak-anak kadang tidak suka hanya dikasih minuman saja,” tuturnya.

(bj/rka/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia