Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Sekolah Ajak Siswa Urunan Beli Hewan Kurban

Antara Sedekah dan Latihan Berkurban

09 Agustus 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Seakan menjadi event tahunan, sekolah-sekolah melakukan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha. Hanya, mekanismenya ratusan siswa diminta urunan atau patungan membeli hewan kurban. 

Potret siswa urunan bareng-bareng ini sudah umum. Pihak sekolah menganggap ini sebagai belajar bersedekah atau berkurban. Namun, versi Majelis Ulama Indonesia (MUI) patungan siswa membeli kambing atau sapi dengan jumlah peserta ratusan itu belum bisa disebut ibadah kurban.

M. Putri, salah satu siswi SMA di Kecamatan Kedungadem mengatakan, sekolahnya mematok iuran untuk kurban Rp 55 ribu. Itupun berlaku seluruh siswa, kecuali yang tidak mampu. Sedangkan jumlah siswa di sekolahnya sebanyak 858 pelajar.

‘’Rencananya akan dibelikan dua ekor sapi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (8/8).

Yani, salah satu orang tua siswa SMAN 1 Bojonegoro mengatakan, anaknya ditarik sumbangan patungan kurban Rp 30 ribu. Ia juga merasa patungan itu tidak jadi masalah. Sebab, nominalnya tak terlalu besar.

Yani berharap pihak sekolah bisa memanfaatkan uang patungan kurban secara optimal. “Kami para orang tua tentu berharap uang patungan dititipkan ke sekolah itu bisa amanah dan bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan,” pungkasnya.

Menurut Muhtarom, salah satu penjual sapi di Kecamatan Kapas, untuk hewan kurban tergantung besaran uang serta jenis sapi diinginkan pembeli. ‘’Biasanya (seekor sapi) minimal Rp 17 juta ke atas,” jelasnya.

Kepala SMAN 3 Bojonegoro Sigit Hertadi mengatakan, pihaknya tak mematok besaran sumbangan untuk membeli hewan kurban kepada siswa. Istilahnya secara sukarela atau ikhlas sesuai keinginan siswa hendak bersedekah.

‘’Jadi tidak ada istilah iuran siswa atau mematok besaran uangnya. Lebih kepada sumbangan sukarela,” ujarnya.

Menurut Sigit, tahun ini pihaknya akan mengalokasikan sumbangan untuk membeli seekor sapi. Sama seperti tahun lalu. Namun, semua itu tergantung jumlah sumbangan terkumpul pada panitia sekolah serta organisasi siswa intra sekolah (OSIS).

‘’Tapi tahun ini sepertinya dapat seekor sapi. Nanti dagingnya akan dibagi di sekitar sekolah serta kepada para siswa sendiri,” ujar pria juga bendahara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Bojonegoro itu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno menambahkan, pada momen ini, ada sekolah yang merayakan maupun tidak. Sehingga, pembelian hewan kurban dari pihak sekolah melalui sumbangan dari siswa.

‘’Intinya momen ini tentang ikhlas dan peduli dengan sesama. Belajar sedekah atau berbagi,” tuturnya.

Sehingga tidak ada paksaan proses pengumpulan dana sumbangannya. Terpenting, harus mendistribusikan daging kepada warga setempat dan siswa.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda mengatakan, patungan siswa diadakan sekolah tidak menjadi masalah. Karena sejak dini perlu dikenalkan latihan berkurban. Sehingga, tiap siswa saat jelang Idul Adha ditarik uang patungan. Nantinya dibelikan kambing atau sapi.

“Bukan masalah, karena itu kan latihan, asalkan uang patungannya tidak memberatkan siswa atau wali murid. Juga, harus transparan berapa jumlah uang terkumpul dan akan dibelikan berapa ekor kambing atau sapi. Lalu dibagikan kepada orang yang membutuhkan,” jelasnya.

Pria akrab disapa Gus Huda menerangkan, bahwa patungan siswa membeli kambing atau sapi itu belum bisa disebut ibadah kurban. Sebab, ibadah kurban itu ada nisabnya atau bisa diartikan jumlah harta benda minimum yang dikenakan zakat.

Syariatnya, kata Gus Huda, satu ekor sapi atau unta dapat digunakan untuk tujuh orang yang berkurban. Sementara kambing hanya sah untuk kurban seorang saja. “Tapi kalau untuk belajar tidak apa-apa, karena pada dasarnya kurban juga bagi orang yang mampu,” jelasnya.

(bj/dny/gas/rij/yan/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia