Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Security Tepergok Judi di Jembatan

08 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (DOKUMENTASI JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan –Suhaji, 47, kini harus berurusan dengan penegak hukum. Petugas keamanan di bankasal Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring itukedapatan berjudi bersama empat rekannya yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan, Andhika Nugraha Triputra, mendakwa Suhaji melanggar pasal 303 ayat satu KUHP jo pasal 2 ayat satu UU RI Nomor 7 Tahun 1974 tentang kejahatan perjudian.

Kemarin (7/8), jaksa menghadirkan Erianto dan Sudarto, saksi dari Polsek Kedungpring untuk memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan. Menurut keduanya, masyarakat memberi informasi bahwa jembatan Desa Tlanak sering digunakan berjudi.

Saat melakukan patroli dinihari, petugas Polsek Kedungpring memergoki lima orang menggelar judi domino. Suhaji berhasil ditangkap, empat pelaku lainnya kabur.

‘’Barang bukti yang berhasil kita amankan, uang tunai Rp 102 ribu, satu set kartu domino, dua pasang sandal, dan satu karpet plastik,’’ kata saksi.

Versi Suhaji, judi yang dilakukannya bersifat spontanitas. Semula dia hanya mengajak rekannya untuk bakar-bakar ayam di jembatan yang jauh dari pemukiman penduduk tersebut.

Karen alias Toso (DPO) membawa peralatan judi domino atau senggolan. Dengan penerangan seadanya dari lampu jalan, masing-masing pelaku memasang taruhan Rp 2.000. Suhaji mengaku ada dua pelaku lain yang tidak dikenalinya karena ikut nimbrung.

‘’Cara mainnya senggolan. Setelah dadu dikocok, orang di sebelah kiri saya harus mengeluarkan kartunya. Kalau sama ya menang,’’ tutur Suhaji.

‘’Sudah berapa kali kamu main judi ?,’’ tanya hakim.

‘’Kalau ada hajatan, saya sering main Pak,’’ jawab Suhaji.

‘’Ada izin gak untuk judi? Kalau mau judi harus izin polisi. Tapi tidak akan pernah diizinkan,’’ imbuh hakim.

Setelah keterangan saksi dan terdakwa dirasa cukup, majelis hakim yang terdiri atas M Aunur Rofiq, Ery Acoka Bharata, dan Agusty Hadi Widarto memutuskan menunda sidang minggu depan. Agendanya, tuntutan.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia