Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Lagi, Honor GTT-PTT Telat Cair

07 Agustus 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Malang nian nasib guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang mengabdi di sekolah dasar (SD). Pasalnya, honor sebesar Rp 750 ribu yang semestinya bisa diterima setiap bulan, kembali telat cair.

IW, salah satu GTT SD mengaku sudah dua bulan terakhir ini honor yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) itu telat.

‘’Awal tahun sudah telat, setelah itu normal, sekarang telat lagi. Yang bulan Juni baru cair kemarin (beberapa hari yang lalu, Red). Yang Juli belum,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski nominal honor yang diterima tidak terlalu besar, kata dia, namun bagi dirinya serta GTT dan PTT yang lain honor tersebut cukup berarti untuk menambah kebutuhan ekonomi keluarganya. Sehingga sangat diharapkan bisa cair tepat waktu. ‘’Sedikit, tapi cukup berarti bagi kami,’’ terang GTT di wilayah Kecamatan Tuban ini.

Lebih lanjut IW berharap proses pencairan honorarium GTT dan PTT ini bisa tepat waktu, satu bulan sekali. Toh, dirinya juga selalu rutin menyampaikan surat pertanggungjawaban (Spj) setiap bulannya.

‘’Telat satu minggu masih bisa kami maklum. Tapi kalau sudah dirapel sampai dua bulan, ya sangat tidak kami harapkan,’’ tandasnya.

Diakui dia, selama ini Spj selalu menjadi alasan keterlambatan pencairan. Padahal, Spj itu selalu bisa dipenuhi dan dilaporkan tepat waktu.

‘’Membuat Spj itu cepat. Hanya menyertakan SK (sebagai GTT-PTT, Red) yang pertama dan yang terakhir, serta absensi. Tidak sulit,’’ jelas dia.

Sebelumnya, pada awal tahun ini pencairan honor GTT dan PTT juga sempat terlambat. Bahkan, hampir tiga bulan. Alasannya, karena ada sinkronisasi dan perbaruan data GTT dan PTT penerima honorarium dari tahun sebelumnya. Sehingga, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan proses pencairan.

Sekadar diketahui, penerima dana penunjang pendidikan (DPP) merupakan hasil pendataan yang dilakukan disdik melalui mekanisme yang sudah ditetapkan. Meliputi, standar pelayanan minimal (SPM) atau kebutuhan minimal guru dan pegawai di masing-masing sekolah. Untuk GTT minimal ijazah S1 yang linier dengan mata pelajaran yang diampu dan menjadi guru kelas atau mengajar 24 jam dalam seminggu. GTT dan PPT ini meliputi SDN dan SMPN. Jumlah yang diterima Rp 750 ribu untuk GTT dan Rp 650 ribu untuk PTT per bulan.

(bj/tok/wid/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia