Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Mayoritas Guru SMA-SMK Belum Siap

03 Agustus 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BERBEDA dengan dinas pendidikan (disdik) yang menyatakan siap seratus persen menjalankan mutasi besar-besaran untuk guru SD dan SMP, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur masih belum satu suara terkait zonasi tenaga pendidik. Pasalnya, belum semua pendidik SMA dan SMK di Jawa Timur setuju dengan aturan pemerataan tersebut.

Kasi SMA dan Pendidikan Khusus Cabang Dinas Provinsi Wilayah Bojonegoro – Tuban Sugeng Suryadi mengatakan, keputusan zonasi untuk guru dari Dispendik Provinsi Jawa Timur masih belum final. Sebab, banyak guru SMA dan SMK di berbagai kota di Jawa Timur yang menyatakan belum siap. ‘’Banyak guru yang keberatan dimutasi dengan berbagai alasan. Jadi belum tahu apakah sistem zonasi guru SMA dan SMK jadi atau tidak,’’ tegas dia. Protes dari sejumlah tenaga pendidik tersebut, kata Sugeng, menjadikan pembahasan aturan zonasi stagnan dan tak lagi dibahas selama beberapa waktu terakhir. Melihat keberatan tersebut, Sugeng memprediksi, aturan zonasi untuk guru SMA – SMK belum bisa diterapkan di Tuban mulai 2020. ‘’Untuk kepastian, menunggu dari dispendik provinsi, kami di daerah hanya penyalur kebijakan,’’ tutur mantan staf bidang guru tenaga kependidikan Dispendik Jatim itu.

Sugeng lebih lanjut mengatakan, dalam praktiknya pemerataan tenaga pendidik SMA dan SMK tidak mudah. Sebab, pada kedua jenjang pendidikan tersebut mayoritas guru mata pelajaran (mapel). Karena itu, perlu pendataan mendalam terkait kebutuhan sekolah untuk mapel tertentu. ‘’Kalau kebijakan untuk SD dan SMP tergantung daerah masing-masing melalui disdik. Kalau SMA dan SMK harus seragam satu provinsi, ini yang butuh waktu panjang untuk penerapannya,’’ ujar dia.

Pejabat kelahiran Surabaya ini mengatakan, di Jawa Tengah, pembahasan zonasi guru nyaris tanpa masalah dan bisa diterapkan mulai tahun depan. Di Jawa Timur, banyak guru dan tenaga pendidik yang masih belum satu suara. Kemungkinan, keputusan zonasi guru menunggu Dispendik Jatim yang masih konsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ‘’Dispendik provinsi juga masih menunggu arahan dari Kemendikbud,’’ imbuh mantan kasubbag tata usaha Cabdin Tuban itu.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia