Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Anggaran Pengembangan Wisata Belasan Miliar

Tidak Harus Berharap Bantuan Pemkab

03 Agustus 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Potensi wisata yang belum tergarap jauh lebih banyak. Padahal, potensi wisata yang dikelola desa tersebut memiliki daya tarik pengunjung lebih bagus. Dan, bisa mendatangkan ekonomi warga. Seperti Agro Belimbing di Kecamatan Kalitidu, Gua Kikik di Malo, dan Sumber Air Panas di Kecamatan Gondang.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Ridwan Sayyadi menuturkan, pengembangan wisata tidak harus mengandalkan bantuan pemkab. Namun, pengelola wisata harus lebih kreatif mempromosikannya. Sehingga, destinasi wisata bisa lebih cepat berkembang.

’’Kita nanti akan memberikan dukungan untuk pengembangannya,’’ katanya ketika ditemui di kantornya kemarin (2/8).

Menurut Ridwan, sejauh ini destinasi wisata yang dikelola pemkab ada tiga. Yakni Waduk Pacal, Dander Park, dan Kahyangan Api. ’’Lokasi-lokasi lain tetap kami perhatikan,’’ janjinya. ’’Jika semua itu dikelola dengan baik akan mendatangkan pendapatan untuk masyarakat,’’ lanjut dia.

Berdasar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019, disbudpar memiliki anggaran besar untuk pengembangan destinasi wisata. Yakni pengembangan pemasaran pariwisata dengan pemanfaatan teknologi informasi Rp 404 juta. Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan luar negeri Rp 3,3 miliar. Hingga, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata sebesar Rp 8 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto mengatakan, potensi-potensi wisata sangat banyak. Jika semua itu dikelola dengan baik, akan mendatangkan keuntungan masyarakat sekitar. Sehingga, perekonomian bisa semakin baik. ’’Adanya lokasi wisata yang ramai akan membawa dampak ekonomi yang bagus,’’ jelasnya.

Menurut Sukur, pemkab bisa memulai dengan memberikan fasilitas di lokasi-lokasi wisata itu. Misalnya, membangun akses jalan atau memberikan fasilitas lain yang dibutuhkan. Selain itu, warga harus diberikan pelatihan tentang cara pengelolaan destinasi wisata.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia