Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Jelang Idul Adha, Harga Sapi Lokal Anjlok.

02 Agustus 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

HARGA TAK MENENTU: Harga sapi di Pasar Pon Blora tak menentu. Ada yang naik, juga ada yang turun.

HARGA TAK MENENTU: Harga sapi di Pasar Pon Blora tak menentu. Ada yang naik, juga ada yang turun. (MAHFUD MUNTAHA/RADAR JAWA POS BLORA)

Share this      

BLORA, Radar Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, harga sapi peranakan ongole (PO) asli Blora malah mengalami penurunan. Sehingga banyak pemilik sapi yang mengeluh, saat ditemui wartawan koran ini di Pasar Pon atau Pasar Hewan Blora kemarin (1/8). 

’’Ajur mas regane (hancur mas harganya Red),’’ ujar seorang peternak sapi dari Kecamatan Kunduran Suyatno.

Dia mengungkapkan, sapi PO dewasa miliknya hanya dihargai Rp 16 juta. Padahal di hari biasa bisa sampai Rp 17 juta. Penyebabnya, beberapa hari terakhir pembeli dari Jakarta dan Jawa Barat tidak ada. Padahal mereka paling dominan melakukan pembelian sapi. ’’Sekarang yang beli lokalan semua,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pembeli dari lokal juga mengalami penurunan. Diperkirakan para pembeli lokal dan luar Blora masih memiliki stok sapi. Hingga tidak melakukan pembelian sapi menjelang Idul Adha. 

Dia mengungkapkan, minimnya pembeli membuat sapi yang dijual tak segera laku terjual. Biasanya siang hari sudah laku terjual semua, namun kemarin belum habis terjual. ’’Sampai jam segini (siang hari, Red) sapi masih,’’ tukasnya.

Pemilik sapi lainnya, Pardi mengaku, sapinya berupa sapi jenis campuran, juga mengalami hal yang sama. Harganya turun, karena pembelinya sangat sedikit. ’’Harganya turun Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta dibanding hari biasa,’’ ungkapnya.

Dia mengungkapkan, sapinya dijual Rp 15 jutaan di pasar. Sebenarnya bisa laku di Jakarta hingga Rp 17 juta bisa. ’’Tapi kalau dijual di sana (Jakarta) dananya yang tidak mencukupi,’’ katanya.

Berbeda dengan pemilik sapi PO, bagi pemilik sapi pedaging, seperti sapi lemosin saat ini harganya mulai naik. Bahkan kenaikannya mencapai Rp 2 juta per ekor.  ’’Ini harganya Rp 20 juta,’’ ujar Prawito, menunjukkan sapi jenis lemosin miliknya.

Menurut dia, harga ini terbilang mahal. Sebab pada hari biasa hanya berkisar Rp 18 jutaan. ’’Ada yang lebih besar lagi bisa sampai Rp 25 jutaan,’’ bebernya.

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia