Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Dinas P3AKB Gelar Seminar di Pendapa

Harganas, Cinta Keluarga dan Cinta Terencana

31 Juli 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

CINTA KELUARGA: Bupati Bojonegoro Anna Muawanah sematkan pesan bahwa keluarga yang kuat, negara pun jadi kuat.

CINTA KELUARGA: Bupati Bojonegoro Anna Muawanah sematkan pesan bahwa keluarga yang kuat, negara pun jadi kuat. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, menggelar seminar dengan tema Hari Keluarga, Hari Kita Semua di Pendapa Malowopati kemarin (30/1).

Sebelum seminar dimulai, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan, bahwa Harganas tahun ini dijadikan sebagai mementum memperkukuh ketahanan dalam berkeluarga. Sebab, ketahanan keluarga merupakan salah satu ketahanan nasional dari sebuah negara.

CINTA TERENCANA: Sebanyak 530 peserta antusias ikuti seminar Harganas XXVI agar makin memahami delapan fungsi keluarga.

CINTA TERENCANA: Sebanyak 530 peserta antusias ikuti seminar Harganas XXVI agar makin memahami delapan fungsi keluarga. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Sehingga dengan ketahanan keluarga tersebut diharapkan terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter dan berkualitas. ’’Berkeluarga tidak hanya menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah, namun juga harus menjadi keluarga yang maslahah. Keluarga yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,’’ jelas bupati.

Seminar yang diikuti 530 peserta terdiri atas pembantu pembina keluarga berencana desa (PPKBD), penyuluh keluarga berencana (PKB) atau penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), dan staf DP3AKB itu berlangsung lancar. Antusias para peserta sangat tinggi, sebab dihadirkan satu narasumber, yakni Ustad Yogi Prana Izza.

Kepala DP3AKB Bojonegoro Anik Yuliarsih mengungkapkan, momentum Harganas XXVI ini upaya menyukseskan jargon Cinta Keluarga, Cinta Terencana. Serta, agar meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

Selanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan delapan fungsi keluarga. ’’Delapan fungsi keluarga di antaranya fungsi agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial budaya, dan lingkungan,’’ tuturnya.

Adapun ceramah dari Ustad Yogi Prana Izza yang selalu mengingatkan untuk menerapkan empat pendekatan ketahanan keluarga. Karena dengan ketahanan keluarga juga akan berdampak pada ketahanan berbangsa dan bernegara.

Setidaknya, hidup dalam sebuah keluarga perlu adanya perkembangan wawasan dan ilmu pengetahuan, menyongsong revolusi industri 4.0. ’’Karena itu penting untuk keluarga itu berkumpul, berinteraksi, berdaya bersama, peduli, dan saling berbagi,’’ pungkasnya.

(bj/*/gas/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia