Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
SMK Siap Menyongsong Revolusi Industri 4.0

SMKN 1 Bojonegoro Bertekad Memajukan Pendidikan di Bojonegoro

29 Juli 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

WEJANGAN: Kepala Bidang Pembinaan SMK Jawa Timur Dr. Suhartono sedang manyampaikan sambutan di acara Workshop Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019.

WEJANGAN: Kepala Bidang Pembinaan SMK Jawa Timur Dr. Suhartono sedang manyampaikan sambutan di acara Workshop Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019. (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Workshop Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019 SMK Negeri 1 Bojonegoro di gelar di Aula SMKN 1 Bojonegoro, Jumat (26/7). Workshop dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMK Jawa Timur Dr. Suhartono, S. Pd., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S. Pd., M.M., dan Pengawas Pembina Drs. Teguh Supriyadi, M.M., serta Kepala SMKN 1 Bojonegoro Fatkhurrokhim, M. Pd.

Hadir pula di acara yang digelar SMK beralamatkan di Jalan Panglima Polim Bojonegoro tersebut, Manager BGS Telkom Indonesia Witel Madiun, dari Microsoft Indonesia, Aston Hotel, dan tamu kehormatan lainnya.

Kacabdin Adi Prayitno mengaku bangga dengan terpilihnya SMKN 1 Bojonegoro sebagai SMK rujukan. Dan SMKN 1 menurutnya memang sudah layak untuk menjadi SMK rujukan. Dilihat dari sarana dan prasarananya SMKN 1 sudah lengkap dan bapak ibu gurunya  sudah memiliki kompetensi yang betul-betul bagus.

SERIUS: Para guru SMKN 1 Bojonegoro sedang serius mengikuti pelatihan di acara workshop.

SERIUS: Para guru SMKN 1 Bojonegoro sedang serius mengikuti pelatihan di acara workshop. (Istimewa)

 ’’Makanya tidak salah kalau Direktorat SMK menunjuk SMKN 1 Bojonegoro sebagai SMK rujukan,’’ jelasnya.

Adi berharap SMKN 1 Bojonegoro sebagai SMK rujukan untuk betul-betul menjaga kualitas dan keprofesionalannya. ’’Harus semakin baik kualitas keduanya. Sehingga di usianya yang sudah 44 tahun, SMKN 1 tetap bisa dipercaya masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya dan diterima oleh dunia usaha dan dunia industri,’’ harapnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Jawa Timur Suhartono mengingatkan kalau untuk menjadi SMK rujukan itu tidaklah mudah. Artinya, harus benar-benar disiapkan. Konsistensi dari seluruh stakeholder yang ada menjadi hal pertama yang harus disiapkan. ’’Setidak-tidaknya masterplan harus jelas,’’ ujar  Suhartono.

Menurutnya, sekolah rujukan harus memiliki nilai lebih dari sekolah-sekolah imbas. Tidak hanya soal sarana dan prasarana saja, melainkan juga kualitas sumber daya manusianya. ’’Sehingga sekolah imbas merasa puas karena memang ada nilai lebihnya,’’ kata Suhartono.

Yang kedua, lanjutnya, harus dikuatkan kerja sama. Baik kerja sama antarguru, kerja sama antar departemen, kerja sama  semuanya harus ditanamkan. Tidak bisa pengembangan SMKN 1 hanya pada satu program keahlian saja. Untuk menjadi sekolah rujukan  dasarnya tidak hanya satu program keahlian saja, tetapi semua harus menjadi satu kesatuan, yakni SMKN 1 Bojonegoro.

’’Karenanya kerja sama mutlak untuk dikuatkan,’’ tegas Suhartono. 

Sementara itu Kepala SMKN 1 Bojonegoro Fatkhurrokhim mengatakan, kalau SMKN 1 Bojonegoro siap menerima amanat menjadi SMK rujukan. Dan SMKN 1 Bojonegoro juga siap menyongsong revolusi industri 4.0. Untuk itu di SMK yang sarat akan prestasi baik regional, nasional, maupun internasional tersebut  dengan berbasis revolusi industri semua  sudah terkonek dengan sistem IT, mulai dari sistem belajar maupun lainnya. 

Hal-hal yang belum dibenahi akan kami revitalisasi, sehingga  SMKN 1 Bojonegoro nantinya  benar-benar menjadi SMK rujukan, SMK yang menjadi solusi bagaimana menjadi SMK yang sebenarnya. ’’Sebagai SMK tertua di Bojonegoro, paling tidak kami harus menjadi pioner,’’ ujar Fatkhur.

(bj/*/van/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia