Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Diringkus, Pembunuh Pemuda Karangagung

26 Juli 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIRINGKUS: Sutrisno (tengah bersarung) saat diamankan petugas ketika dalam pelarian.

DIRINGKUS: Sutrisno (tengah bersarung) saat diamankan petugas ketika dalam pelarian. (Istimewa)

Share this      

TUBAN – Pelarian Sutrisno, pembunuh Dian Apriyanto, 26, warga Desa Karangagung, Kecamatan Palang berakhir. Rabu (24/7) malam, dia diringkus anggota Polsek Palang dan Satreskrim Polres Tuban saat sembunyi di rumah saudaranya di Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti sebuah pisau dapur dan bajunya yang berlumuran darah.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menegaskan, kejahatan apa pun di Tuban pasti akan terungkap. Hanya dalam hitungan hari. Seperti pelaku pembunuhan yang dilakukan pria pengangguran yang sering uring-uringan. Pelaku membunuh tetangga sedesanya Senin (22/7) malam. ‘’Masih kita telusuri apakah termasuk pembunuhan berencana atau tidak,’’ jelasnya.

Perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro ini memastikan Sutrisno merupakan pelaku tunggal. Diduga pembunuhan tersebut dilakukan karena pengaruh minuman beralkohol plus emosi pelaku yang tak terbendung setelah cekcok yang berujung penganiayaan terhadap istri, anak, dan mertuanya.

Nanang menegaskan, pelaku terancam pasal berlapis. Yakni, pembunuhan dan penganiayaan terhadap tiga anggota keluarganya.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan terjadi Senin (22/7) sekitar pukul 21.00. Peristiwa tersebut bermula saat Sutrisno yang diduga dalam kondisi mabuk pulang ke rumahnya. Begitu masuk rumah, dia terlibat cekcok mulut dengan Sunoto, mertuanya yang tinggal serumah.

Dalam adu mulut tersebut, Suwitin, istrinya ikut membela ayahnya. Penyebab adu mulut tersebut diduga karena keluarga Suwitin muak dengan kebiasaan buruk Sutrisno yang sering mabuk-mabukan. Puncak pertikaian tersebut, Suwitin meminta cerai. Sutrisno yang kalap dengan langsung menyayat tangan wajah istri dan mertuanya dengan pisau dapur. Sutrisno juga memukul wajah mertuanya hingga memar.

Ketika hendak meninggalkan rumah, Sutrisno dihadang Afan, anaknya. Keduanya terlibat baku hantam dan dilerai Dian, tetangga yang juga teman Afan. Dalam pergumulan tersebut, Sutrisno yang menyelipkan pisau dapur di balik bajunya menikam Dian. Pisau yang menancap di dada kiri tersebut menyebabkan korban kekurangan darah dan tewas di lokasi kejadian.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia