Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Cabai Mahal Potensi Inflasi

Petani Didesak Gelontor Stok

24 Juli 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MASIH MAHAL: Pedagang cabai di Pasar Kota Bojonegoro. Pemkab meminta petani cabai menyuplai stok untuk menekan harga mahal.

MASIH MAHAL: Pedagang cabai di Pasar Kota Bojonegoro. Pemkab meminta petani cabai menyuplai stok untuk menekan harga mahal. (DOK/RDR.BJN)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Petani cabai diminta segera menggelontor stoknya ke pasaran. Upaya ini setidaknya bisa menekan harga cabai yang masih mahal, sekitar Rp 75.000 per kilogram. Beberapa petani penghasil cabai seperti di wilayah Kecamatan Ngasem dan Ngambon. 

’’Saat kami cek hari ini (kemarin, Red) ternyata stoknya banyak. Saya kira cukup memenuhi kebutuhan Bojonegoro,’’ kata Kabag Perekonomian Pemkab Rahmad Junaedi kemarin (23/7).

Mahalnya harga cabai yang terlalu lama diperkirakan akan berdampak pada inflasi. Rahmad menjelaskan, jika penggelontoran stok sudah dilakukan dan harga masih mahal, pihaknya akan kembali menambah stok dari luar daerah.  Itu dilakukan jika pasokan cabai dari dalam daerah tidak mencukupi untuk kebutuhan lokal. 

’’Kami berharap pasokan lokal bisa memenuhi kebutuhan. Jadi, tidak sampai mengirim stok luar daerah,’’ ujar dia. 

Dia mengakui, mahalnya harga cabai akhir-akhir ini membuat masyarakat resah. Sebab, cabai salah satu bumbu dapur yang utama. Sehingga, saat harganya naik masyarakat panik. Itu berbeda dengan kenaikan bumbu dapur lainnya tidak sampai menimbulkan kehebohan. Dia mengklaim sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait masalah itu. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Sukaemi mengatakan, kenaikan harga cabai memang membuat resah. Namun, pihaknya memastikan kenaikan itu tidak akan berlangsung lama. Sebab, saat pasokan sudah normal harga akan kembali turun. 

’’Kita masih upayakan pasokan cabai kembali normal,’’ ujarnya. 

Pengurus Paguyuban Warung Kuliner Bojonegoro Dian Anggraeni mengatakan, sejauh ini industri makanan tidak terdampak kenaikan harga cabai. Namun, dia yakin jika kenaikan berlangsung lama akan berpengaruh juga. 

’’Kalau saat ini mungkin masih bisa ditekan. Tapi jangan sampai kondisi ini berlangsung lebih lama lagi,’’ ungkap dia.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia