alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Harga Emas Naik 10 Persen

22 Juli 2019, 10: 53: 50 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

HARGA NAIK: Pengunjung sedang memilih perhiasan emas di Pasar Babat.

HARGA NAIK: Pengunjung sedang memilih perhiasan emas di Pasar Babat. (Audina Hutama Putri/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

BABAT – Animo masyarakat terhadap perhiasan emas masih cukup tinggi. Indikasinya, meski harganya naik berkisar 10 persen, namun transaksi pembeliannya masih stabil. Kondisi itu terlihat di perdagangan perhiasan emas di Pasar Babat. Kenaikan harga dipicu kenaikan harga di tingkat produsen. 

Karyawan salah satu toko emas di Pasar Babat, Shirin Shafiya mengungkapkan, kenaikan harga terjadi mulai bulan ini. Kenaikannya antara Rp 20 Ribu hingga Rp 30 Ribu pergram. Sedangkan bagi masyarakat yang menjual kembali perhiasan emasnya, akan dipotong delapan hingga sepuluh persen dari harga jual, tergantung kadar emasnya.

‘’Naik dari Rp 300 Ribu menjadi Rp 330 Ribu per gram. Kalau pembeli maupun yang menjual masih stabil,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/7).

Dia melanjutkan, pelanggan di tokonya paling banyak melakukan transaksi perhiasan emas yang berkadar 37,5 Persen atau sembilan karat. Biasanya dalam bentuk cincin. Sebab harganya lebih terjangkau. Jenis emas lainnya yang banyak diminati adalah berkadar 41,7 persen atau  sepuluh karat.

Salah satu pembeli, Marfuah mengatakan, dia membeli perhiasan emas sebagai sarana investasi untuk berjaga-jaga di musim paceklik nanti. ‘’Buat simpanan kalau butuh uang. Tinggal dijual lagi,’’ kata wanita asal Desa Patihan, Kecamatan Babat.

Sementara itu, harga perhiasan berbahan dasar perak kini juga banyak dicari. Harganya jauh lebih murah daripada perhiasan emas serta dapat dijual lagi. Perhiasan perak dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai Rp 25 Ribu per gram. Jika pemilik ingin menjualnya kembali, akan dikenakan potongan harga Rp 7 Ribu per gram.

Karyawan toko perak di Babat, Desi Tri Aini menuturkan, perhiasan perak dapat menjadi alternatif. Apalagi saat ini juga bisa disepuh menggunakan warna emas. Di toko yang dijaganya setiap hari ada 80 pengunjung yang melakukan transaksi.

‘’Kalangan ibu-ibu lebih suka yang warna emas. Kalau remaja putri lebih suka warna perak aslinya,’’ tukasnya sembali melayani pengunjung.

(bj/feb/din/bet/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news