Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Serapan Pupuk Rendah

21 Juli 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BUTUH PUPUK: Petani yang lahannya tidak mengering dapat menanam padi dan merawatnya.

BUTUH PUPUK: Petani yang lahannya tidak mengering dapat menanam padi dan merawatnya. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Mengeringnya sebagian lahan pertanian di Lamongan mengakibatkan kebutuhan pupuk berkurang. Sebab, petani tidak bisa menanam di lahan yang tidak ada airnya.

Yusro Nova, staf PD Aneka Usaha Lamongan, salah satu distributor pupuk, mengatakan, serapan pupuk sejak akhir Juni melandai. Karena serapan pupuk berkurang, saat ini  stok cenderung berlebih.

Rinciannya, 182 ton urea, 34 ton ZA, dan 21 ton SP, serta 63 ton Petroganik. Biasanya, jelang musim tanam pupuk ludes dalam hitungan 6 hari. “Belum ada serapan, mungkin karena kemarau jadi tidak maksimal,” ujarnya.

Menurut dia, alokasi pupuk ditetapkan awal tahun. Alokasi yang ditetapkan dinas bagi distributor harus diserap semua.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan  Lamongan, Hartiwi Sisri Utami, menuturkan, alokasi sudah ditetapkan sejak awal. Distributor wajib menyerap sesuai dengan jatah. Terkait kebutuhan di lapangan, Tiwi mengaku tidak tahu. Sebab urusannya antara distributor dan agen. “Kalau dinas membantu dalam alokasi, dan ketersediaan saja,” ujarnya.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia