Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis
Pedagang Ayam Geprek Sambat

Harga Cabai Tembus Rp 75 Ribu

20 Juli 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PEDAS: Salah satu pedagang di Pasar Kota menata cabai, kemarin (19/7). Harga cabai menembus Rp 75 ribu.

PEDAS: Salah satu pedagang di Pasar Kota menata cabai, kemarin (19/7). Harga cabai menembus Rp 75 ribu. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Sejak 15 hari terakhir harga cabai di Pasar Kota Bojonegoro meningkat tajam. Harga cabai rawit merah menembus Rp 75.000 per kilogram. Dari awalnya Rp 25.000.

Cabai keriting sebelumnya sekitar Rp 35.000 per kilogram kini naik jadi Rp 65 ribu. ’’Bahkan beberapa hari lalu, harga cabai sampai Rp 80 ribu per kilogram. Kualitas stok cabai saya pun mulai menurun. Mau kulakan lagi masih ragu,’’ kata Umi, salah satu pedagang cabai di Pasar Kota kemarin (19/7).

Menurut dia, meroketnya harga cabai ditengarai cuaca kemarau. Sehingga, banyak petani cabai gagal panen. Pasokan cabai pun menipis. Pedagang mengandalkan pasokan cabai dari Tuban dan Kediri.

Namun, akhir-akhir ini khawatir menambah stok karena harga belum stabil. Penjualan juga menurun. ’’Pasokan memang menipis, jadi harganya tinggi. Tapi kalau panen raya, harga cabai jatuh jadi Rp 5 ribu per kilogram,” ujar Umi.

Sriyatun, pedagang lainnya juga mengeluhkan mahalnya harga cabai. Ia berharap pemerintah menstabilkan harga cabai. Sedangkan, permintaan masyarakat terhadap komoditas pedas ini setiap hari cukup banyak.

’’Semoga saja cepat normal lagi harganya,’’ ujarnya.

Terpisah, Nurkhozin, salah satu pengusaha ayam geprek di Jalan Pemuda mengungkapkan, bahwa harga cabai yang meroket cukup memengaruhi bisnisnya.

Apabila secara hitungan laba, tentu ada penurunan. Namun, menurutnya tak banyak. Sejauh ini, ia menyiasati mengurangi jumlah cabai untuk sambal. Biasanya membuat sambal gunakan 2,5 kilogram, kini dikurangi jadi 2,1 kilogram.

’’Meski dikurangi 400 gram, ternyata pelanggan juga tidak ada yang komplain. Kami sebagai pengusaha ingin harga cabai segera normal kembali,’’ bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Bojonegoro Sukaemi menerangkan, pihaknya terus memantau dari sisi pemasok dan distributor cabai.

Pengawasan yang dilakukan juga belum menemukan praktik penimbunan. Sehingga, penyebab harga cabai melonjak karena banyak petani gagal panen akibat kemarau panjang.

“Kemungkinan tak lama lagi harga cabai mulai turun secara bertahap. Para petani cabai ini panennya secara estafet. Jadi ketika tahu ada gagal, langsung disulam bibit cabai yang baru,” ujar mantan Camat Tambakrejo ini.

(bj/gas/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia