Kamis, 20 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
2 PERSELA VS BALI UNITED 0

Nil Maizar: Jangan Sombong Karena Pertandingan Masih Banyak

19 Juli 2019, 11: 20: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SIJAGA KETAT: Rafael Gomes de Olivera (tengah), dikepung pemain lawan saat berusaha menerobos ke pertahanan tim Bali United.

SIJAGA KETAT: Rafael Gomes de Olivera (tengah), dikepung pemain lawan saat berusaha menerobos ke pertahanan tim Bali United. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

KOTA - Stadion Surajaya Lamongan mulai kembali menunjukkan keangkerannya. Setelah Kalteng Putra dibantai tiga gol tanpa balas (11/7), kemarin (18/7) giliran Bali United yang harus pulang dengan tangan hampa karena menelan kekalahan 2-0 di stadion kebanggaan warga Kota Soto ini. 

Kemenangan tersebut membuat Persela kini mengoleksi 8 poin. Asa untuk menjauhi zona degradasi pun  kembali terbuka.

 ‘’Mudah - mudahan kemenangan ini membuat pemain kita lebih rendah hati. Jangan terlalu sombong karena ini pertandingan masih banyak,’’ tutur head coach Persela, Nil Maizar, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, seusai laga.

Bali United yang memiliki misi menjaga persaingan papan atas Liga 1, tampil lebih ofensif setelah wasit Oki Dwi Putra Senjaya meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Tim tamu mengancam ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Dwi Kuswanto yang tampil gemilang mampu menepis heading Ilija Spasojevic.

Persela baru bisa keluar dari tekanan skuad berjuluk Serdadu Tridatu pada menit ke-10. Pada menit ke-12, pemain Persela menganggap salah satu pemain Bali United melakukan hands ball. Namun, wasit Oki tak memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah.

Alex akhirnya memecah kebuntuan Persela dengan mencetak gol pada menit ke-15. Servis corner kick yang dilakukan Kei mampu disambut Alex dengan  tandukan kepala dan gagal dibendung kiper Bali United Wawan Hendrawan.

‘’Sepak bola kan butuh ketenangan dan kesabaran. Ketika kita mendapatkan bola, kalau kita tidak tenang, bola itu akan hilang,’’ ujar pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut.  

Eky memiliki peluang emas di menit ke-39. Bek kiri yang juga menjadi kapten Persela itu mampu merangsek ke pertahanan lawan. Namun, tendangan kerasnya mampu diblok Wawan.

Alex menggandakan keunggulan Persela menjelang turun. Berawal dari serangan balik, Delfin mengirimkan umpan ke  Alex. Tanpa kontrol, striker asing itu melakukan sontekan yang merobek gawang Wawan. 

‘’Saya mengucapkan apresiasi pada seluruh pemain, yang telah berjuang tak kenal lelah sepanjang pertandingan. Salut saya pada suporter yang memberikan dukungan penuh,’’ tutur Nil. 

Pada babak kedua, penggawa tim biru muda tampil lebih percaya diri. Rafael Gomes De Olivera nyaris memperbesar keunggulan Persela. Tendangan bebas yang dilepaskannya mampu ditepis Wawan pada menit ke-54. 

‘’Pemain lawan punya pressure dan punya marking yang bagus,’’ kata mantan pelatih timnas itu. 

Head coach Bali United, Stefano Cugurra Teco, mengatakan, di awal pertandingan sebenarnya pemainnya sudah tampil cukup bagus. Dua gol di babak pertama membuat pemainnya down dan sulit berkembang permainannya. 

‘’Di babak kedua tidak mudah. Semua pemain tetap kerja keras, tapi kita sulit cetak gol,’’ terang pelatih kelahiran Rio De Janeiro, Brasil tersebut. 

 ‘’Pemain yang hilang, pemain inti dan penting di dalam tim. Tapi pemain yang main hari ini (kemarin), mencoba memberikan yang terbaik. Saya pikir kita kalah karena Persela yang main lebih bagus dari kita,’’ ujar pelatih 44 tahun tersebut. 

Teco merefresh serangan dengan menarik keluar Stefano Lilipaly dan memasukkan Miftakhul Hamdi pada menit ke-70. Serta, Taufiq digantikan Fadil Sausu di menit ke-77. 

‘’ Kita tahu Lamongan panas, panas sekali. Mungkin seperti jadwal dari kita, cuma punya tiga hari untuk persiapan, tapi Persela punya enam hari. Jadi ini yang berbeda,’’ imbuhnya. 

Terjait wasit Oki memberikan kartu merah kepada pelatih kiper Bali United Andrew Keith Petterson, Teco mengaku tak mengetahui pasti persoalan asisten pelatihnya. 

‘’Saya tidak tahu pastinya, tapi bagus dia keluar. Karena kita tadi ingin cepat-cepat main,’’ ujar pelatih berpostur 181 sentimeter (cm) tersebut. 

Beberapa peluang gagal dimaksimalkan Spaso dkk. Termasuk tendangan Michael Yansen Orah di menit ke-85 yang masih melambung di atas mistar Dwi Kuswanto. ‘’Tapi sekali lagi kita harus terima kalah. Beberapa pemain lawan bermain bagus. Mereka punya kualitas juga,’’ ujarnya.

(bj/ind/jar/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia