Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Pertanyakan Esensi Rapat Paripurna di Hotel Bintang Lima

17 Juli 2019, 11: 52: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

CARI KEJELASAN: Belasan mahasiswa PC PMII Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD kemarin (16/7). Mereka mempertanyakan esensi DPRD menggelar rapat di hotel bintang lima.

CARI KEJELASAN: Belasan mahasiswa PC PMII Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD kemarin (16/7). Mereka mempertanyakan esensi DPRD menggelar rapat di hotel bintang lima. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Rapat paripurna pengesahan nota kesepakatan kebijakan umum perubahan APBD (KUPA) dan prioritas plafon anggaran sementara perubahan (PPAS-P) APBD 2019 yang digelar DPRD Tuban bersama pemkab setempat di hotel bintang lima Jogyakarta pada Kamis (11/7) hingga Sabtu (13/7) memantik reaksi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kemarin (16/7), belasan aktivis dari PC PMII Tuban menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD setempat. Dalam orasinya, mereka menyesalkan sikap para wakil rakyat dan pemkab yang menggelar rapat paripurna di luar daerah dengan fasilitas hotel mewah. Padahal, ruang rapat di gedung DPRD Tuban yang dibangun dengan uang rakyat itu masih sangat layak.

‘’Kita prihatin dengan kejadian ini (rapat paripurna yang digelar di holet mewah, Red). Untuk itu, kita ke sini (gedung DPRD, Red) ingin mempertanyakan apa alasan yang mendasari rapat paripurna digelar di hotel mewah di luar daerah,’’ ujar Musthofatul Adib, ketua Cabang PMII Tuban.

Seharusnya, tegas Adib, DPRD maupun pemkab bisa lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Bukan sebaliknya malah menghambur-hamburkan uang. ''Bisa dibayangkan berapa anggaran untuk rapat bersama di hotel berbintang lima tersebut,'' lontar dia yang kemudian memerinci biaya kamar hotel, uang saku, uang perjalanan dinas, dan kebutuhan lainnya. 

Aksi unjuk rasa untuk mencari kejelasan pemborosan anggaran tersebut tak direspons. Tak satu pun anggota dewan yang menemui mereka. Aksi sweeping pun dilakukan perwakilan aktivis ini dengan memeriksa satu per satu ruang pimpinan dewan. 

Aksi demo aktivis PMII tersebut hanya ditemui Kabag Humas dan Hubungan Antar lembaga DPRD Tuban Sri Hidajati. Di hadapan pengunjuk rasa, Cicik, sapaan akrabnya Sri Hidajati menyampaikan, seluruh anggota dewan sedang dinas luar. Karena itu, aspirasi aktivis mahasiswa akan ditampung dan disampaikan kepada yang bersangkutan. ‘’Saya tidak bisa memberikan penjelasan atas paripurna DPRD di Jogyakarta. Nanti saya sampaikan ke pimpinan,’’ terang dia.

Sekadar diketahui, rapat paripurna dengan agenda penandatanganan dan persetujuan bersama antara bupati dengan pimpinan DPRD itu digelar di Hotel Melia Purosani, salah satu hotel berbintang lima di Jogyakarta. Rapat pengesahan anggaran tersebut digelar bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sekretaris daerah, asisten, staf ahli, dan para pimpinan BUMD di lingkup Pemkab Tuban.

(bj/can/tok/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia