Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Minta Penerima Bantuan Diberi Tanda

16 Juli 2019, 10: 40: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

ADU PENDAPAT: Kepala Dinas Sosial Lamongan, M Kamil (kiri), dan perwakilan aktivis PMII yang meminta transparansi penerima bantuan pangan nontunai.

ADU PENDAPAT: Kepala Dinas Sosial Lamongan, M Kamil (kiri), dan perwakilan aktivis PMII yang meminta transparansi penerima bantuan pangan nontunai. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

KOTA – Aktivis PMII mendatangi kantor Dinas Sosial Lamongan kemarin (15/7) siang. Mereka menanyakan bantuan pangan nontunai (BPNT)  yang diduga sebagian tidak tepat sasaran. 

‘’Saya harap warga yang mendapatkan bantuan diberi tanda agar lebih jelas,’’ pinta Yoyok Eko Prasetyo, korlap aksi tersebut. 

Menurut dia, pemberian tanda penerima bantuan bakal bisa menunjukkan mereka memang warga tidak mampu. 

‘’Saya harap dinsos melakukan pendataan ulang dan  pemberian tanda dengan secepatnya. Serta transparansi kepada masyarakat agar tidak terjadi kecemburuan sosial,’’ pintanya.

Kepala Dinas Sosial Lamongan, M Kamil, mengakui sampai saat ini banyak warga yang mampu mendapatkan BPNT. Alasannya, data yang digunakan masih acuan 2012. Belum ada data terbaru. Padahal, data tersebut sudah lama. Warga yang dulu tak mampu, sekarang ada yang sudah mampu. Juga sebaliknya.

‘’Mulai besok hari Rabu (17/7) melakukan pendataan ulang. Semua desa yang ada di Lamongan untuk memberikan data terbaru warga kurang mampu,’’ jelasnya. 

Dia memerkirakan pendataan tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan.  Saat ini, terdata 148.917 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan bantuan tersebut. Data itu berdasarkan  basis data terpadu (BDT) 2012. Setelah melakukan musyawarah desa dan kecamatan, maka jumlah penerima bantuan tersebut diperkirakan berkurang. 

Saat verifikasi nantinya, tim independen bakal mendatangi rumah penerima sesuai BDT tersebut. Jika masih pantas menerima bantuan lagi,  maka mereka melakukan pengisian data yang disediakan. 

Terkait tanda penerima, menurut Kamil, hanya diberi lembaran kertas biru di samping pintu rumah. Pemberian cat masih dipikirkan dulu. Alasannya, terkait anggaran yang ada. 

‘’Karena kalau cat, tak hanya ratusan rumah yang menerima bantuan. Tetapi sangat banyak,’’ ujarnya.

(bj/jar/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia