Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Proyek 813 Km Idealnya Dua Tahun Tuntas

16 Juli 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

RENCANA penuntasan perbaikan jalan rusak di Bojonegoro sepanjang 813 kilometer (km), diharapkan bisa segera dituntaskan. Sebab, melihat keuangan dalam APBD Perubahan 2019 mendatang, bakal meningkat signifikan, karena ada sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Sehingga, pemkab diminta mematangkan perencanaan, karena melihat anggaran cukup besar tersebut, perbaikan jalan bisa dituntaskan selama dua tahun. Sehingga, target tiga tahun dinilai terlalu lama.

’’Jika perencanaan bagus, dua tahun sudah bisa selesai,’’ kata Dekan Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro (Unigoro) Hariono kemarin (15/7).

Menurut dia, pembangunan jalan yang panjangnya mencapai 813 km, jika proses pengerjaannya diputus-putus, atau setiap tahun digelar lelang, tentu pekerjaan tidak akan maksimal.

Berbeda dengan penganggaran menggunakan sistem multiyears (tahun jamak). Karena, untuk nominal proyek di atas Rp 50 miliar, harus menggunakan tahun jamak. ’’Kalau pakai sistem multiyears, bisa fokus dan tepat tuntas,’’ imbuhnya.

Melihat tahun ini, kata dia, masih tahap lelang dan belum dimulai pekerjaannya, akan berdampak kualitas proyek. Selain waktunya mepet, harga penawaran yang tidak wajar juga akan berdampak kualitas.

Sehingga, proses perencanaan menjadi kunci penuntasan pembangunan jalan. Sebab, mayoritas jalan poros desa dan kecamatan saat ini kondisinya rusak.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro I Nyoman Sudana belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat. Pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

(bj/msu/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia