Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro
Pengerjaan Proyek Konstruksi Harus Dikebut

Kontraktor Punya Waktu 4,5 Bulan

14 Juli 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Rekanan atau kontraktor yang menang lelang proyek jalan dengan anggaran miliaran tak bisa santai. Sebab, waktu pengerjaan proyek kian mepet. Saat ini sudah memasuki pertengahan Juli.

Berdasar data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, kontrak pengerjaan proyek baru akan dilakukan akhir bulan ini. Sehingga, pelaksanaan pengerjaan baru bisa dimulai bulan depan. Sehingga, sisa waktu pengerjaan proyek hanya 4,5 bulan. Sebab, pertengahan Desember sudah harus tuntas.

Ketua DPRD Sigit Kushariyanto juga meminta pemkab segera melangsungkan pengerjaan proyek fisik. Sehingga, bisa selesai tepat waktu. ’’Proyek-proyek itu jangan sampai molor,’’ tegasnya kemarin (13/7).

Sigit menjelaskan, proyek konstruksi di Bojonegoro nilainya cukup besar. Terutama proyek peningkatan jalan. Nilainya, mencapai di atas Rp 10 miliar lebih. Tentunya pengerjaannya juga membutuhkan waktu yang lama.

Apalagi, ada beberapa proyek di atas Rp 15 miliar dan Rp 20 miliar, pemenang lelangnya merupakan kontraktor luar daerah. ’’Jika tidak segera dimulai, bisa terlambat seperti tahun lalu,’’ ungkap politisi Golkar ini.

Tahun lalu, sejumlah proyek terlambat penyelesaiannya. Sehingga, mengalami gagal bayar. Bahkan, baru dibayar akhir-akhir ini.

Sigit menjelaskan, minggu depan sudah mulai dilakukan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan. Artinya, September atau Oktober sudah mulai dilaksanakan kegiatan APBD perubahan.

Namun, pengerjaan proyek di APBD induk tidak perlu dibahas di APBD perubahan. Pelaksanaan induk masih tetap bisa berjalan. ’’Tetap berjalan sampai akhir tahun anggaran,’’ jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Bojonegoro Donny Bayu Setyawan mengatakan, pengerjaan proyek konstruksi dengan pagu miliaran harus dipercepat. Sebab, minggu depan sudah mulai dilakukan pembahasan APBD perubahan.

’’Minggu depan sudah mulai pembahasan APBD perubahan,’’ kata anggota Komisi A DPRD Bojonegoro Donny Bayu Setyawan kemarin (13/7).

Donny menjelaskan, pembahasan APBD perubahan memang dipercepat. Itu karena pembahasannya masih dilakukan oleh  DPRD yang saat ini masih menjabat. Yakni DPRD hasil Pemilu 2014. ’’Masih dibahas anggota lama. Bukan anggota baru,’’ ujar Donny.

Karena itu, sebelum masa tugas DPRD saat ini berakhir, pembahasan APBD perubahan perlu dilakukan. Sebab, masa tugas DPRD saat ini berakhir Agustus mendatang. ’’Pelantikan akan dilakukan 24 Agustus. Jadi, pembahasan perubahan diselesaikan sebelum itu,’’ ujar politisi PDIP itu.

Pengerjaan proyek konstruksi mengalami keterlambatan karena ada perubahan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Permen PUPR). Sehingga, sejumlah perencanaan proyek harus diubah. Lelang juga harus dilakukan ulang.

Menurut Ketua Bagian Unit Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Nur Sujito, adanya perubahan itu berlaku di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Bojonegoro. Sehingga, semua daerah juga mengalami perubahan perencanaan dan lelang ulang proyek.

(bj/rij/zim/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia