Selasa, 21 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro
Bisa Berimbas Kualitas Pengerjaan

Nilai Proyek Turun Miliaran

13 Juli 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Kualitas pengerjaan proyek tampaknya harus menjadi perhatian serius. Sebab, sejumlah pagu proyek konstruksi mengalami penurunan yang cukup drastis setelah proses lelang berlangsung.

Penurunan pagu itu karena penawaran dari kontraktor lebih kompetitif. Sehingga, antarkontraktor saling menawarkan harga lebih bersaing dan rendah. DPRD meminta pemkab mengawasi kualitas proyek, setelah nilai lelang susut miliaran.

Dilansir dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, proyek konstruksi mengalami penurunan harga. Seperti proyek peningkatan Jalan Bojonegoro-Kunci, Dander, senilai Rp 20 miliar. Setelah dilelang, nilainya menjadi Rp 16,2 miliar. Juga, proyek Jalan Sroyo-Nglingo senilai Rp 18 miliar. Setelah dilelang turun menjadi Rp 14,7 miliar.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan mengatakan, lelang pengadaan barang dan jasa di pemkab, saat ini mengalami penurunan. Bahkan, penurunannya bisa dibilang gila-gilaan.

’’Rata-rata turun di atas 15 persen. Bahkan, ada yang 20 persen dari pagu,’’ katanya.

Menurut Fauzan, penurunan pagu itu dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas proyek. Sebab, dengan harga yang turun segitu banyak, kualitasnya juga bisa mengalami penurunan. ’’Itu kekhawatiran saya,’’ ujar politikus Partai Demokrat.

Menurut Fauzan, pihaknya sudah menanyakan ke dinas pekerjaan umum (DPU) bina marga dan  bagian pengadaan barang dan jasa pemkab mengenai hal itu. Bagian pengadaan barang dan jasa pemkab sudah memiliki metode terkait hal itu. Rekanan juga sudah yakin bisa mengerjakan sesuai spesifikasi dengan biaya itu.

’’Kita hanya tinggal menunggu pelaksanaan dan mengetahui hasilnya,’’ jelasnya.

Fauzan menambahkan, pemkab juga menggandeng kejaksaan negeri (kejari) dalam pengawasan pelaksanaan proyek konstruksi. Sehingga jika ada masalah, maka akan langsung ditangani oleh kejari.

Sementara itu, Ketua DPRD Sigit Kushariyanto meminta pemkab untuk mempercepat pelaksanaan proyek konstruksi. Sebab, dikhawatirkan waktu yang tersisa tidak mencukupi. ’’Saat ini sudah semester kedua. Pengerjaan harus dikebut,’’ terang Sigit.

Sigit menjelaskan, pelaksanaan proyek fisik memang mengalami keterlambatan. Sebab, ada perubahan aturan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Karena itu, pemkab harus mengebut pelaksanan proyek fisik.

’’Sisa waktu enam bulan ini harus bisa menyelesaikan. Jangan sampai molor sampai tahun depan,’’ jelasnya.

Menurut Sigit, proyek-proyek fisik di Bojonegoro memiliki anggaran yang besar. Sehingga, pelaksanaannya juga membutuhkan persiapan yang matang. ’’Sisa waktunya sudah tidak banyak lagi,’’ jelasnya.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia