Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
Selangkah Lagi, Edy Hat-trick

Final, Tuban Tantang Sidoarjo

12 Juli 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TARGET EMAS: Striker Nurul Ulum selebrasi bersama teman-temannya usai mencetak dua gol dan membawa kemenangan Tuban di Stadion Lokajaya Tuban kemarin  (11/7).

TARGET EMAS: Striker Nurul Ulum selebrasi bersama teman-temannya usai mencetak dua gol dan membawa kemenangan Tuban di Stadion Lokajaya Tuban kemarin  (11/7). (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN-Selangkah lagi pelatih Edy Sutrisno membawa Tuban meraih prestasi. Itu setelah tim besutannya menang 2-0 atas Kota Malang di Stadion Lokajaya Tuban kemarin (11/7) sore. Dengan kemenangan tersebut, tim Bumi Wali mengukir sejarah lolos final cabor sepak bola Porprov Jatim VI 2019 . 

Striker Nurul Ulum menjadi pahlawan keberhasilan tim besutan trio pelatih Edy Sutrisno, Ainur Rofiq, dan Sulkan Arif ini. Dua golnya pada menit ke-55 dan 84, membawa tim ini menuju partai puncak. 

Di final, Tuban bertemu Kabupaten Sidoarjo setelah pada semifinal menang 2-0 atas Kabupaten Lamongan di Stadion Bumi Wali kemarin. Partai final digelar Sabtu (13/7) sebelum closing ceremony di Stadion Bumi Wali. Sedangkan partai perebutan perunggu antara Lamongan dan Kota Malang digelar di Stadion Lokajaya sore ini. 

Jika tuan rumah berhasil meraih kemenangan di partai final, praktis Edy Sutrisno berhasil hat-trick membawa prestasi Tuban di dunia sepak bola. Sebelumnya, pelatih asal Malang ini dua kali membawa Persatu Tuban naik kasta Liga 2. Pertama, mengantarkan Persatu juara Liga Nusantara 2014 dan naik kasta Divisi Utama, serta Persatu naik kasta lagi ke Liga 2 2018.

Head coach Edy Sutrisno merasa puas atas permainan anak asuhnya. Meski dalam babak penyisihan dan delapan besar sempat tertatih-tatih, kekurangan tersebut sudah dibenahi. Hasilnya, penggawanya berhasil lolos partai final. ‘’Kami yakin meraih target medali emas,’’ tegas dia didampingi Ketua Umum KONI Tuban Mirza Ali Manshur. 

Setelah pertandingan, hari ini (12/7) seluruh pemain langsung recovery. Sehari sebelum partai puncak, seluruh pemain dan ofisial ziarah ke makam Sunan Bonang.  

Striker Nurul Ulum mengaku sebelum pertandingan sudah yakin bisa mencetak gol. Doa dan motivasi orang tua, pelatih, serta manajemen terus digenggamnya selama pertandingan berlangsung. 

Selain itu, dia juga termotivasi dengan foto salto dirinya yang terbit di harian Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi Kamis (11/7). ‘’Ya, salah satunya itu,’’ ujar pemuda Desa Socorejo, Kecamatan Jenu ini. 

Sejak kickoff, taktik yang diterapkan Edy Sutrisno cukup berkembang. Namun, rapatnya skema yang diterapkan Kota Malang membuat beberapa peluang gagal tercipta. Mulai tendangan  Akhmad Bisrul Falah di depan gawang dan sepakan Ahmad Irham. Rotasi sejumlah pemain pun diterapkan tim pelatih. Bayu Arfian digantikan Akhmad Dedy Mustofa. Lagi-lagi penetrasi yang diperagakan tim kembali terbuang sia-sia. Hingga turun minum skor tetap 0-0. 

Pada babak kedua, hasil kerja sama apik berbuah gol pada menit 54. Tendangan Nurul Ulum dari rusuk kanan lawan mampu mengoyak gawang Kota Malang yang dijaga Dicky Agung. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh. Unggul 1-0 kian meningkatkan mental pemain. Hasilnya, menit ke-84 Nurul Ulum kembali mencetak gol. Tendangan kerasnya di area kotak penalti semakin membawa Tuban meraih kemenangan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 2-0.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia