Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Jalan Rusak Jadi Ladang Rezeki

11 Juli 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MENGAIS REZEKI: Pengguna jalan memberikan uang kepada Bambang saat melintas di jalan yang ditambal.

MENGAIS REZEKI: Pengguna jalan memberikan uang kepada Bambang saat melintas di jalan yang ditambal.

Share this      

BLORA - Kerusakan parah jalan di sepanjang Jalan Raya Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, sangat dikeluhkan pengguna jalan. Namun kondisi itu juga menjadi ladang rezeki bagi beberapa orang. Mereka melakukan penambalan jalan berlubang, sambil membawa ember untuk tempat meminta sumbangan kepada pengguna jalan yang lewat. 

Pendapatannya rata-rata Rp 60 ribu per hari. Bahkan bisa mencapai Rp 200 ribu bila kondisi jalan ramai. “Kalau Rp 200 ribu itu pas hari raya lalu. Karena banyak orang dari luar kota yang lewat,” ujar Bambang, salah satu warga yang melakukan kegiatan itu kemarin (10/7).

Namun, ujar dia, untuk hari biasa paling banyak Rp 60 ribu. Tapi kalau hanya Rp 30 ribu per hari. “(Hasil) itu saya bagi dengan teman-teman,” ujarnya.

Dia mengaku melakukan kegiatan itu mulai pukul 07.00 sampai 15.00. “Tapi kalau sedang dapat banyak (uang), siang sudah berhenti mas,” ungkapnya.

Menurut dia, pengguna jalan yang paling banyak memberikan uang, yakni mobil jenis truk. Sebab di jalan itu banyak truk pengangkut tanah tambang lewat, sekaligus yang membuat jalan rusak. Sedangkan mobil pribadi banyak yang tidak memberi. “Ngasih-nya kadang Rp 500, Rp 1.000 atau Rp 2.000. Ada juga yang Rp 10.000, tapi jarang sekali,” bebernya.

Sedangkan tanah pedel yang dipakai menambal lubang jalan, menurut dia, diperoleh dengan cara membeli, sebanyak satu mobil pikap. Di sepanjang jalan itu ada empat orang yang melakukan kegiatan serupa. “Agar murah, kita mengambil tanah pedel sendiri, dengan menyewa mobil pikap Rp 50 ribu,” ujarnya.

Dia mengaku, penghasilan yang diperoleh dari kegiatan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan dia menjadikan kegiatan itu sebagai pekerjaan utamanya.

Bambang juga mengaku, pengurukan jalan itu dia buat sebagai pekerjaannya. Karena kebutuhan sehari-harinya dia dapat dari pekerjaan ini.

Warga lain yang melakukan kegiatan serupa, Likin mengaku, dirinya sudah melakukan pengurukan Jalan Bogorejo itu sejak SMA. Dia sempat istirahat karena merantau keluar kota. Namun kegiatan itu dilakukan kembali setelah pulang merantau. 

Menurut dia, ada yang melarang kegiatannya itu. Yakni warga yang tepat di depan jalan yang rusak parah itu. “Karena itu saya memilih lokasi yang jauh dari permukiman warga,” ungkapnya.

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia