Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Sebagian Desa Hanya Terpaut Belasan Suara

Mayoritas Incumbent Tumbang

11 Juli 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Sebagian besar calon kepala desa (cakades) petahana di Tuban yang berhadapan dengan lawan yang sesungguhnya dan bukan ''boneka'' harus menelan pil pahit. Mereka tumbang dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 kemarin (10/7).

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, rata-rata perolehan suara cakades incumbent hanya terpaut tipis dengan lawan-lawannya. Di Desa Wangun, Kecamatan Palang, misalnya. Cakades petahana Santoso kalah dengan selisih 21 suara. Dalam penghitungan suara yang berakhir petang, dia hanya meraup 1.015 suara. Lawannya Darwan mengantongi 1.036 suara. Sementara calon ketiga, M. Purnomo mengantongi 30 suara. Tujuh belas suara lain dinyatakan tidak salah.

Tidak jauh beda dengan Desa Cepokorjo, Kecamatan Palang. Calon incumbent-nya juga tumbang. Hanya saja, selisihnya cukup jauh, 200 suara lebih. Sujatam, sebagai calon petahana mengantongi 1.200 suara. Rivalnya Yaskur unggul dengan perolehan 1.525 suara.

Masih di Kecamatan Palang, calon incumbent di Desa Karangagung, Murto juga tumbang. Bahkan, kalah telak. Dia hanya meraih 957 suara. Dari tiga calon, peraih suara terbanyak diraih Aji Agus. Politisi PDI Perjuangan yang gagal dalam pemilihan legislatif (pileg) yang kemudian banting setir di pilkades ini berhasil meraih 2.494 suara. Calon lainnya, Aslikan 1.817 suara.

Sejumlah calon incumbent di kecamatan lain juga banyak yang berguguran. Di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, calon incumbent M. Sarji juga tumbang. Pada pesta demokrasi yang diikuti empat calon tersebut dimenangkan Slamet yang meraih 835 suara. Berikutnya disusul Sarji 417 suara, Nardi 417 suara, dan Abdul Amin 73 suara.

Begitu juga di Desa Trutup, Kecamatan Plumpang. Calon incumbent Arif Bambang Dayono hanya mampu meraup 874 suara. Dia kalah telak dengan lawannya, Slamet Widodo yang mendapat dukungan 1.112 suara.

Hal yang sama juga dialami calon incumbent di Desa Kedungsoko juga di Kecamatan Plumpang. Rahmad, calon petahana yang baru menjabat satu periode ini harus mengakui keunggulan lawannya, H M. Rifai yang mantan kades. Dia tumbang dengan 1.689 suara berbanding 1.756 suara.

Di Kecamatan Bancar, cakades incumbent juga banyak yang keok. Seperti di Desa Tergambang. Rini, kades yang menjabat satu periode ini harus mengakui keunggulan rivalnya, Kayinan dengan perolehan 499  suara berbanding 824 suara.

Di Kecamatan Singgahan, sebagian besar calon incumbent yang mendapat lawan sungguhan juga kalah. Di Desa Mergosari, misalnya. Muchit Efendi, calon incumbent yang meraih 714 suara ini harus menelan kekalahan yang cukup pahit, karena hanya terpaut 18 suara dari rival kuatnya, Toha yang meraih 723 suara. Di Sekardadi, Kecamatan Jenu, Warno, calon incumbent juga tumbang dengan lawannya Ahmad Raqi dengan skor 428 suara berbanding 560 suara.

Dari penelusuran wartawan koran ini, tumbangnya cakades incumbent karena masyarakat sudah jengah dengan pola kepemimpinan petinggi desa. Mereka membutuhkan sosok baru yang bisa diterima seluruh masyarakat. Sementara cakades incumbent yang memiliki track record bagus berhasil terpilih kembali. Utamanya cakades petahanan yang tidak memiliki lawan sungguhan dan berhadapan dengan calon ''boneka''. Seperti Hari Winarko, kades Perunggahan Wetan, Kecamatan Semanding. Dia mengantongi 836 suara. Sementara istrinya Nur Cholifah, rivalnya hanya mengantongi 267 suara.

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur DPMDKB Tuban Suhut membenarkan banyaknya cakades incumbent yang kalah. Hanya, dia belum bisa merinci berapa calon petahana yang tumbang. ‘’Untuk data sementara yang sudah masuk, calon incumbent banyak yang tumbang,’’ kata dia sembari menunggu laporan penghitungan suara dari masing-masing panitia pilkades.

Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan cakades incumbent tumbang. Namun, Suhut enggan  memberikan komentar. ‘’Yang bisa menilai adalah masyarakat itu sendiri,’’ tegas dia.

(bj/tok/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia